Chapter 21:

Torah, Jenggot, dan Rambut Panja

Didalam Imamat 19: 27, Yahweh mengatakan untuk tidak mencukur bagian sisi kepala kita, atau untuk menjelekkan [membuat cacat] tepi jenggot kita.

Wayiqra (Imamat) 19: 27
27 ‘Janganlah mencukur tepian sekeliling kepala kamu, atau menghabisi tepian jenggot kamu.

Beberapa orang percaya ini berarti kita tidak boleh memotong rambut atau jenggot kita (tapi selalu membiarkannya bertumbuh panjang). Namun, penafsiran ini bermasalah karena ada dua perintah yang lainnya. Yang pertama adalah Yehezkiel 44: 20, di mana Yahweh mengatakan bahwa pada bait suci millennial [seribu tahun], para imam dan orang Lewi harus menjaga rambut mereka dipangkas dengan baik.

Yehezqel (Yehezkiel) 44:20
20 “Dan mereka tidak akan mencukur kepala mereka, juga tidak akan mereka membiarkan rambut mereka bertumbuh panjang – mereka harus menjaga rambut mereka dipangkas dengan baik.

Logikanya, jika Imamat 19:23 berarti tidak pernah memotong rambut kita, maka Yahweh bertentangan dengan diri-Nya yang memerintahkan para imam untuk memangkas rambut mereka di Yehezkiel 44: 20. Karena kita tahu bahwa Yahweh tidak bertentangan dengan diri-Nya sendiri, kita tahu bahwa Imamat 19: 23 tidak dapat berarti bahwa laki-laki Israel tidak boleh memotong rambut dan jenggot mereka.

Saksi kedua terlihat dalam sumpah Nazir [orang yang bernasar] dalam Bilangan pasal 6, di mana seorang Nazir (yang dipisahkan) dapat mengambil sumpah tambahan (sukarela) untuk tidak memotong rambut-nya.

Bemidbar (Bilangan) 6: 5
5 ‘Seluruh hari sumpah pemisahan-nya sebuah pisau cukur tidak boleh sampai ada diatas kepala-nya. Sampai hari-harinya itu lengkap [selesai] yang dia memisahkan diri-nya sendiri untuk יהוה, dia dikuduskan. Dia akan membiarkan seikat rambut di kepala-nya bertumbuh panjang.

Masalahnya adalah bahwa jika laki-laki Israel sudah diberitahu tidak pernah untuk memotong rambut mereka di Imamat 19: 23, maka itu hal yang mubazir untuk memberitahu kepada seorang Nazir untuk tidak memotong rambut-nya atau jenggot-nya sebagai bagian dari sumpah sukarela (dan Yahweh tidak akan untuk mengulangi Diri-Nya itu tidak perlu, atau memerintahkan hal yang mubazir). Ini memberitahu kita kesaksian kedua bahwa Imamat 19:23 bukan berarti rata-rata pria Israel tidak memotong rambut-nya.

Jadi, apakah yang dimaksud dengan Imamat 19:23? Mari kita lihat dalam konteksnya.

Vayiqra (Imamat) 19: 26-29
26 ‘Janganlah makan dengan darah, janganlah mempraktekkan ramalan atau magic [menyihir].
27 ‘Janganlah mencukur tepian sekeliling kepala kamu, atau menghabisi tepian jenggot kamu.
28 “Dan janganlah membuat pemotongan apapun dalam tubuh-mu bagi yang mati, juga jangan menaruh tatoo sebagai tanda pada tubuh-mu, AKU adalah יהוה
29 ‘Janganlah mencemarkan anak perempuan kamu dengan menjadikan dia seorang pelacur, sehingga negeri itu tidak melacur, dan negeri itu menjadi penuh dengan kejahatan.

Dalam bahasa Ibrani, sisi kepala dan tepi jenggot keduanya disebut pe’ot (פְּאַת). Kata ini jamak untuk pe’ah (mengacu pada mulut).

¶¶ PL: 6285 pe’ah (pay-aw ‘); feminin dari PL: 6311; tepat, mulut dalam pengertian figuratif [bersifat kiasan], yaitu arah, daerah, ekstremitas [ujung/pinggir]:
KJV – pojok, akhir, seperempat, samping/sisi.

Ada banyak interpretasi yang berbeda, tapi inilah mengapa beberapa orang Yahudi Ortodoks tidak memotong ikal samping mereka, sementara mereka menyimpan sisa rambut mereka dengan baik dipangkas (sesuai dengan Yehezkiel 44:20).

Yang lain percaya apa yang Yahweh inginkan adalah bahwa kita tidak mencukur sisi kepala kita, atau menumbuhkan goate [janggut kecil, kadang runcing]. Kedua-duanya goate maupun pencukuran sisi dari kepala adalah kebiasaan umum pada masa Mesir kuno, dan mungkin juga umum terjadi di Kanaan pada zaman dulu. Jika demikian, maka maksud Yahweh mungkin bahwa kita tidak melihat atau berperilaku seperti orang kafir dari Mesir zaman dulu, atau negeri kuno Kanaan.

Ramses II Egypt picture

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give