Chapter 25:

Tentang Moshiach ben Yoseph

This post is also available in: English Español

Saudara-saudara kita dari Yahudi Orthodox mempunya suatu nubuat kerabian tentang seorang pria yang mereka sebut Moshiach ben Yoseph (Meshiah anak dari Yoseph). Hal ini sangat mengumpan [menguji] untuk berpikir bahwa ini adalah orang yang sama dengan Yeshua sang Meshiah, karena Yeshua adalah Meshiah kita, dan karena DIA dilahirkan oleh Yoseph (Yusuf) dan Miryam (Maria).

Mattityahu (Matius) 1:16
16 Dan Ya’aqob mempunya anak Yoseph suami Miryam, yang melahirkan ישוע yang disebut Meshiah.

Namun, pribadi kerabbian Moshiach ben Yoseph sama sekali tidaklah sama dengan Yeshua Sang Meshiah itu. Sebenarnya, hal itu dapat dikatakan bahwa konsep rabbinic Moshiach ben Yoseph adalah anti-Yeshua, karena para rabbi mengharapkan dia menjadi anak Yusuf (yaitu seorang Kristen) yang beralih ke Yudaisme Ortodoks, dan meyakinkan banyak orang-orang Yoseph lainnya (orang2 Kristen lainnya) untuk bertobat masuk ke Yudaisme Orthodoks demikian halnya.

Tidak banyak orang Yahudi yang mengerti nubuat tentang Moshiach ben Yoseph, atau ikatan dengan Kekristenan sebagai Yusuph. Alasan saya tahu tentang hal ini adalah bahwa pada suatu waktu, beberapa rabi Ortodoks menganggapnya akan terjadi pada saya (Elohim melarang!). Hal ini penting bagi orang-orang percaya yang Berakar Ibrani untuk memahami apakah nubuatan ini, namun, karena para rabbi Ortodoks masih mencari karakter ini, dan mereka berharap dapat menemukannya itu dalam gerakan Akar Ibrani.

Untuk memahami mengapa para rabbi mencari seseorang seperti Moshiach ben Yoseph, mari kita tinjau kembali beberapa hal yang kita pelajari dalam buku Nazarene Israel. Israel [Ya’aqob] memiliki dua belas anak laki-laki. Masing-masing anak ini menjadi salah satu suku Israel. Namun, bangsa ini kemudian terbagi menjadi dua bagian, dengan sepuluh suku di bagian utara, dan dua suku di selatan.

Dua suku bagian selatan dipimpin oleh suku Yehuda. Kitab Suci menyebut mereka rumah Yehuda, atau Ya’aqob.

Sepuluh suku dibagian utara dipimpin oleh suku Ephraim (Ef-rai-eem). Ephraim adalah anak bungsu dari bapa leluhur Yoseph.

B’reshith (Kejadian) 41: 51-52
51 Dan Yoseph menamakan anak yang sulung itu Menashsheh [lupa], “Karena Elohim telah membuat aku melupakan semua kerja keras aku dan semua rumah ayah-ku.”
52 Dan nama anak laki yang kedua bernama Ephrayim [berlipat ganda membuahkan hasil, anak yang terhilang]. ‘’Karena Elohim telah menyebabkan aku menghasilkan buah di tanah kesengsaraan-ku”

Sepuluh suku di bagian utara disebut dengan beberapa nama, termasuk rumah Israel, rumah Ephraim, dan Yoseph (seperti Ephraim adalah anak Yoseph). Seperti yang tertera dalam studi atau buku Nazarene Israel dan di tempat lainnya menunjukkan bagaimana sepuluh suku bagian utara ini dari Ephraim dibawa ke dalam tahanan di Asyur [Syria], namun nubuatan mengatakan bahwa pada suatu hari mereka akan kembali ke tanah Israel, karena iman mereka kepada Yeshua Meshiah. Sebenarnya, inilah sebabnya mengapa nama ayah Yeshua adalah Yoseph, yang adalah bahwa orang-orang percaya didalam Yeshua akan digunakan untuk menambahkan anak laki-laki kepada bangsa Israel.

Tapi para rabi tidak ingin suku-suku tersebut menambahkan anak laki-laki kepada bangsa Israel karena iman mereka kepada Mesias Yeshua. Para rabbi ingin agar kesepuluh suku tersebut menolak Yeshua dan beralih ke Yudaisme Ortodoks, karena mereka melihat Yeshua sebagai suatu idola [berhala]. Mereka tahu Ephraim dibawa ke dalam tahanan di Asyur [Syria] karena penyembahan pada anak lembu emas, dan mereka melihat Yeshua sebagai suatu manifestasi keinginan Ephraim untuk menyembah berhala.

Melakim Bet (2 Raja-Raja) 17: 15-16
15 dan menolak Hukum-Hukum-Nya dan Perjanjian-Nya yang telah DIA buat dengan leluhur mereka, dan saksi-saksi-Nya yang telah DIA saksikan menentang mereka, dan pergi mengikuti kesia-siaan [berhala], dan menjadi tidak berharga, dan mengikuti bangsa-bangsa lain [kafir] yang ada di sekeliling mereka, yang יהוה telah perintahkan mereka untuk tidak melakukannya seperti mereka.
16 Dan mereka meninggalkan semua Perintah-Perintah יהוה Elohim mereka, dan membuat untuk mereka sendiri sebuah gambar patung yang dibentuk [dicetak], dua anak lembu, dan dibuat suatu Asherah [patung] dan menyembah untuk semua tuan rumah di langit, dan melayani Ba’al.

Yehuda melihat Ephraim meninggalkan tanah itu karena dia menyembah anak lembu emas, dan dia membuat suatu perkiraan bahwa sebelum Ephraim dapat kembali ke tanah [negeri], pertama-tama dia harus menyerahkan berhala-berhalanya. Itulah sebabnya mengapa orang Ephraim mencoba mengatakan kepada para rabbi bahwa kita adalah orang Ephraim, dan bahwa alasan kita ingin pulang adalah karena Roh Yeshua. Dalam pikiran kita, ini adalah bukti bahwa Yeshua adalah Meshiah, tapi karena para rabbi buta terhadap Yeshua sampai Harmagedon, yang mereka pikir mereka lihat adalah suatu kelompok orang Yoseph yang menyembah suatu perpanjangan spiritual dari anak lembu emas Yerobeam. Jadi mereka menganggapnya itu sebagai dorongan bahwa nubuat mereka itu benar, dan mereka terus menunggu tokoh Moshiach ben Yoseph mereka.

Demi klarifikasi, doktrin Moshiach ben Yoseph tidak tersebar luas dalam Yudaisme. Namun, tersebar luas di dalam orang-orang Yahudi Israel Hasidic (Ultra Orthodox), dan terutama di kalangan Chabad. Seorang Chabad istri seorang rabbi yang pernah memberitahu saya, “Sudah menjadi rahasia umum dalam Yudaisme bahwa orang-orang Ephraim hilang dalam Kekristenan. Semua orang tahu itu! “Dia [istri rabbi] mungkin yang dimaksud semua orang di dunia Chabad-Chasidic, tapi dunia Chabad cukup besar, dan sangat berpengaruh. Misalnya, menantu Presiden Trump Jared Kushner adalah Chabad (seperti putri Presiden Trump Ivanka). Itu tidak berarti bahwa Jared Kushner telah mendengar tentang Moshiach ben Yosef, namun hanya untuk menyatakan bahwa di suatu tempat di telpon, para rabbinya mungkin menyetujui doktrin ini, dan Chabad dan Chasidim terlibat dalam mendapatkan undang-undang Noachide (Anak2 dari Noah) menandatangani undang-undang AS di bawah Presiden Bush.

Para rabbi kemungkinan akan terus percaya pada Hukum Noachide dan Moshiach ben Yoseph sampai Yeshua muncul di Armageddon. Namun, kami berharap artikel singkat ini membantu menjelaskan mengapa beberapa rabbi berharap dapat melihat seorang manusia yang mereka sebut Moshiach ben Yoseph beralih ke Yudaisme Ortodoks, dan meyakinkan orang-orang Kristen lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Dengan rasa hormat dan kasih yang besar kepada saudara-saudara Orthodox kita, semoga tidak demikian. Amen.

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give