Chapter 23:

Politik Zionis Dipertimbangkan Kembali

This post is also available in: English Español

Zionisme politik adalah gagasan bahwa orang-orang Yahudi tidak hanya memiliki otoritas, tetapi juga tanggung jawab untuk bertindak sebagai Meshiah mereka sendiri, dan membawa diri mereka kembali ke tanah Israel dengan kekuatan dan kekerastan mereka sendiri. Ide ini pertama kali diadakan sekitar tahun 1896, seperti yang dianjurkan oleh Theodore Herzl dalam bukunya, Der Judenstaadt (Negara Yahudi).

Itu mudah dimengerti mengapa orang Yahudi ingin mendirikan negara mereka sendiri. Setelah orang-orang Yahudi dikirim ke pengasingan oleh orang-orang Romawi untuk kematian Yeshua, mereka menderita selama berabad-abad di tangan orang-orang Katolik Roma dan orang-orang Kristen Ortodoks Timur, dan juga oleh orang-orang Protestan. Baru setelah Pencerahan (Luciferisme) abad ke-18, negara-negara Kristen Eropa mengizinkan orang Yahudi menjadi warga negara.

Meskipun masih banyak sentimen anti-Yahudi di dunia Kristen, segala sesuatunya mulai berubah setelah Holocaust. Setelah sepertiga Yahudi dunia meninggal, orang-orang Yahudi mulai berkampanye untuk negara mereka sendiri di tanah Israel, dan opini publik dunia bergeser untuk mendukung sebuah negara Yahudi. Orang-orang Kristen Injili Amerika telah menjadi pendukung terkuat dalam hal ini, dan kecenderungan ini lebih masuk akal jika kita mengerti tentang apa yang disebut Dua Rumah dari Israel.

Seperti yang tertera dalam studi [buku] Nazarene Israel, Iman [Kepercayaan] yang Semula [Asli] dari para Rasul, pada awalnya ada dua belas suku di Israel. Kedua belas suku ini mulai memisahkan diri menjadi dua kubu selama era Hakim-Hakim. Sementara ada banyak permusuhan dan pertengkaran, ada juga hubungan [pertalian keturunan] keluarga yang biasanya antara kedua rumah tersebut.

Sepuluh suku di utara dipanggil oleh beberapa nama-nama yang berbeda, termasuk rumah Israel, juga disebut rumah Ephraim, dan Yoseph. Sepuluh suku ini dibawa kedalam tahanan oleh Asyur [Syria] sekitar tahun 732 SM karena pelanggaran besar terhadap Torah Moshe (Hukum Musa). Seperti yang tertera pada studi Nazarene Israel dan penelitian lainnya, nubuatan Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa orang-orang Ephraim yang hilang ini akan mulai muncul sekitar tahun 1998 M, dengan kemajuan lainnya di tahun 2017. Namun rombongan yang terbesar bangsa Ephraim itu tidak akan menyadari siapa mereka sebenarnya sampai setelah masa gejolak [kesusahan] dan Armageddon (sekitar tahun 2048-2049).

Dua suku selatan disebut rumah Yehuda, dan karena berbagai alasan mereka tetap memelihara Torah Moshe lebih baik dari pada rumah Ephraim [suku utara]. Namun, mereka [rumah Yehuda] masih melanggar Torah sehubungan dengan undang-undang hak atas tanah, sehingga Kekaisaran Babylonia dikirim untuk membawa mereka kedalam pembuangan sekitar tahun 586 sebelum Masehi. Mulai dari tahun 70 kemudian, sebagian kecil dari mereka kembali (pada zaman Ezra dan Nehemia). Mereka melanjutkan untuk mengisi kembali tanah tersebut, dan ini adalah kelompok yang sama yang meminta bangsa Romawi untuk menempatkan Yeshua Sang Meshiah itu mati pada abad pertama. Rumah Yehuda kemudian masuk ke dalam apa yang disebut Pembuangan Romawi setelah penghancuran bait suci pada tahun 70 M, mulainya permulaan sejarah penganiayaan yang panjang terhadap orang-orang Yahudi oleh gereja, yang berlanjut sampai hari ini.

Seperti yang tertera pada studi [buku] Nazarene Israel, nubuatan mengatakan bahwa orang-orang Ephraim akan tersebar ke keempat penjuru bumi. Saat ini genetika mereka dapat ditemukan secara harfiah di setiap keluarga, setiap bangsa, dan setiap klan [suku] – namun ketika kita berbicara tentang orang-orang Ephraim, biasanya maksud kita mereka yang telah menerima Kabar Baik di dalam Yeshua. Seperti yang tertera pada studi [buku] Nazarene Israel, akan ada sejumlah besar orang-orang Ephraim di Amerika Serikat, bahkan bila mereka masih terhilang didalam kekristenan (dan mereka tidak sadar bahwa mereka adalah orang-orang Ephraim). Sejumlah besar orang-orang Ephraim di Amerika tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah orang Kristen evangelis Amerika merupakan alasan kuat yang mendukung memberi kepada Negara Israel. Pertalian hubungan keluarga yang alami antara orang Ephraim dan Yahudi juga membantu menjelaskan mengapa Presiden AS Trump baru-baru ini mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel, melegitimasi upaya politik Yahudi Zionis untuk memulihkan diri mereka ke tanah Israel tanpa bantuan Meshiah. Tapi pertanyaan yang perlu kita tanyakan pada diri kita saat ini adalah, tidak peduli seberapa besar kita mencintai Yehuda, apakah Zionisme politik benar secara Kitab Suci? Atau apakah itu pemberontakan, dan kita harus menjauhkan diri?

Yehezkiel 37 berbicara tentang pemulihan Ke-Dua Rumah Israel. Yehezkiel pertama diperintahkan untuk “mengambil suatu pohon” (satu batang pohon/tongkat) untuk rumah Yehuda. Kemudian Yehezkiel diperintahkan untuk “mengambil suatu pohon” untuk rumah Ephraim (Israel). Kemudian Yehezkiel harus menempatkan kedua pohon itu bersama-sama, sehingga mereka menjadi satu pohon di tangannya. (Kata עץ adalah Strong’s PL: 6086, yang biasa diterjemahkan sebagai “tongkat”, tapi dalam hal ini yang berarti pohon.)

Yehezqel (Yehezkiel) 37: 15-22
15 Dan perkataan יהוה datang kepada-ku, mengatakan.
16 “Dan kamu, anak manusia, ambilah tongkat untuk diri-mu sendiri dan tulislah di atasnya, ‘Untuk Yahudah dan anak-anak Yisra’el, sahabat-nya.’ Kemudian ambillah tongkat yang lain dan tulislah di atasnya, ‘Untuk Yoseph, tongkat Ephrayim, dan untuk semua rumah [kaum] Yisra’el, sahabat-nya.’
17 ‘’Kemudian bawalah mereka bersama-sama untuk kamu sendiri kedalam satu tongkat, dan mereka akan menjadi satu di dalam tangan-mu.
18 “Dan ketika anak-anak dari orang-orang-mu berbicara kepada kamu, mengatakan, “Mengapa kamu tidak menunjukkan kepada kami apa yang kamu maksudkan dengan hal ini?”
19 katakan kepada mereka, ‘Beginilah kata Adon יהוה : “Lihatlah, AKU akan mengambil tongkat Yoseph, yang ada di tangan Ephrayim, dan suku-suku Yisra’el, sahabat-nya. Dan AKU akan memberikan mereka kepada dia, dengan tongkat Yahudah, dan membuat mereka satu tongkat, dan mereka akan menjadi satu di dalam tangan-KU.”
20 ‘’Dan tongkat itu yang padanya kamu tulis akan berada dalam tangan-mu dihadapan mata mereka.
21 “Dan katakanlah kepada mereka, ‘Beginilah perkataan Adon יהוה, ‘’Lihatlah, AKU mengambil anak-anak Yisra’el itu dari antara bangsa-bangsa kafir [bukan Yahudi], dimana saja mereka telah tersebar, dan akan mengumpulkan mereka dari seluruhnya yang terserak, dan AKU akan membawa mereka masuk ke tanah-air mereka.
22 ‘’Dan AKU akan membuat mereka satu bangsa di dalam tanah-air mereka, di gunung-gunung Yisra’el. Dan satu penguasa akan berkuasa atas mereka semua, dan biarlah mereka tidak lagi menjadi dua negara, dan biarlah mereka tidak lagi dibagi menjadi dua kerajaan.”

Ketika saya pertama kali diperkenalkan pada bagian ini saya diberi tahu bahwa perintah untuk mengambil pohon untuk Yehuda digenapi oleh Zionisme politik Yahudi. Zionis politik Yahudi telah mengambil tindakan untuk mengatur (yaitu, mereka telah mengambil pohon), dan karena mereka telah mengatur agar mereka mempunyai pengaruh politik untuk pulang kembali ke rumah. Berdasarkan hal itu, tampaknya masuk akal bahwa Ephraim juga harus ikut mengatur, dan berinisiatif untuk pulang ke rumah. Namun, mengingat studi-studi kita yang lain, ada beberapa masalah dengan interpretasi [penafsiran] ini.

Pertama, tidak peduli apa yang Yehuda lakukan secara historis, ayat 19 mengatakan bahwa Yahweh akan mengambil pohon Yoseph (yang ada di tangan Ephraim) dan bergabung dengan pohon Yehuda. Hal itu nampaknya mengindikasikan bahwa sementara Ephraim harus mengatur (mengambil pohon), dia juga harus menunggu Yahweh sendiri untuk membawanya pulang. Saksi kedua ditemukan di ayat 21, yang mengatakan bahwa Yahweh akan membawa anak-anak Israel dari antara bangsa-bangsa, dan mengumpulkan mereka dari segala penjuru, dan membawa mereka ke tanah mereka sendiri. Sementara ini mungkin berbicara tentang pengorganisasian Ephraim, tidak berbicara tentang Ephraim yang mengatur dirinya sendiri (seperti dalam Zionisme politik). Sebaliknya, dia harus menunggu Yahweh untuk membawanya pulang.

Selain itu, dalam Pelajaran Kitab Wahyu dan Akhir Zaman kita melihat bahwa Ephraim pulang kembali ke rumah setelah Harmagedon, yang berlangsung di awal permulaannya dari milenium. (Inilah sebabnya mengapa busur dan pedang pertempuran hancur berantakan dari bumi).

Hoshea (Hosea) 2:18-23
18 ‘’Dan pada hari itu AKU akan membuat suatu perjanjian bagi mereka dengan binatang-binatang di padang, dengan burung-burung di udara, dan dengan mahluk ciptaan yang merayap di tanah, dimana busur, dan pedang, dan pertarungan AKU hentikan dari bumi. Dan AKU akan membuat mereka berbaring dengan aman.
19 “Dan AKU akan mengambil kamu sebagai seorang mempelai bagi-KU selamanya, dan mengambil kamu sebagai seorang mempelai bagi-KU didalam kebenaran, dan keadilan, dan kebaikan dan perasaan sayang.
20 ”Dan AKU akan mengambil kamu sebagai seorang mempelai bagi-KU didalam kepercayaan, dan kamu akan mengenal יהוה.
21 “Dan akan terjadi pada hari itu bahwa AKU menjawab,” demikianlah pernyataan יהוה, “bahwa AKU menjawab shamayim/surga, dan mereka menjawab bumi,
22 dan bumi menjawab gandum, dan anggur baru, dan minyak; dan mereka menjawab Yizre’el.
23 ”Dan AKU akan menaburkan dia bagi diri-KU sendiri di bumi, dan AKU akan menaruh belas kasihan pada dia yang tidak memperoleh belas kasihan. Dan AKU akan mengatakan kepada mereka yang bukan umat-KU, ‘Kamu adalah umat-KU’ ketika mereka mengatakan, ‘Elohim-ku!’ ”

Hanya setelah busur dan pedang pertempuran pecah dari bumi, maka Yahweh menabur kembali Ephraim masuk tanah [negeri] itu. Ini adalah peristiwa yang sama seperti ketika Yahweh mengumpulkan Ephraim dari segala penjuru, dan membawa dia kembali ke tanah Israel, seperti yang telah kita lihat dalam Yehezkiel 37:21.

Armageddon juga ketika orang-orang Yehuda menerima Yeshua sebagai Meshiah (malah mengusahakan untuk menggenapi peran Meshiah itu sendiri).

Zekaryah (Zakharia) 12: 9-11
9 “Dan akan terjadi pada hari itu AKU berusaha untuk menghancurkan semua bangsa-bangsa asing yang datang melawan Yerushalayim.
10 “Dan AKU akan mencurahkan atas rumah Dawid dan atas penduduk Yerushalayim [Ortodoks Yehudah] suatu roh kemurahan hati dan roh doa. Dan mereka akan melihat kepada-KU [Yeshua] yang mereka tikam, dan mereka akan meratapi DIA seperti orang meratapi anak tunggalnya. Dan mereka merasa dalam kepahitan atas DIA seperti kepahitan atas kelahiran anak pertama.
11 “Pada hari itu ada perkabungan di Yerushalayim yang sangat besar seperti perkabungan pada Hadad Rimmon di lembah Megiddon.

Jadi sama seperti kita mengasihi Yehuda, dan sama seperti kita bisa memahami keinginan-nya untuk mengakhiri pembuangan [pengabdian]-nya yang begitu lama, tidaklah benar untuk mendukung Zionisme politik, karena pada akhirnya Zionisme politik adalah suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan untuk percaya pada Yeshua. Selanjutnya untuk point tersebut, dengan mendukung-nya, kaum Kristen Injili berbagi dalam perbuatan jahat-nya (ayat 11).

Yohanan Bet (2 Yohanes) 7-11
7 Sebab banyak yang menyesatkan pergi ke dunia yang tidak mengakui ישוע ha’Mashiah karena datang didalam kedagingan. Dia inilah yang menyesatkan dan anti-meshiah.
8 Perhatikanlah pada dirimu sendiri, bahwa kita tidak kehilangan apa yang kita telah kerjakan, tetapi bahwa kita dapat menerima pahala yang lenkap.
9 Setiap orang yang melanggar dan tidak tinggal di dalam pengajaran Meshiah tidak memiliki Elohim. Dia yang tinggal di dalam pengajaran Meshiah memiliki keduanya Bapa dan Putra.
10 Jika siapa saja datang kepada kamu dan tidak membawa pengajaran ini, janganlah diterima dia ke rumah kamu atau menyambut [menyapa] dia,
11 karena siapa yang menyambut dia membagi dalam pekerjaan jahat-nya.

Perbuatan jahat apakah yang dilakukan? Seperti yang tertera pada studi [buku] Kitab Wahyu dan Akhir Zaman, suatu hari nanti akan ada sebuah bait suci anti-Meshiah di Yerusalem, di mana seorang pria berdosa (yaitu, paus atau penggantinya) akan memerintah.

Tas’loniqim Bet (2 Tesalonika) 2: 3-4
3 Jangan biarkan orang menipu kamu dengan cara apapun, sebab kemurtadan itu datang pertama kali, dan manusia tanpa Torah itu yang mengungkapkan, anak kebinasaan,
4 yang menentang dan meninggikan diri-nya sendiri diatas segala sesuatu yang disebut Elohim atau yang disembah, sehingga dia duduk sebagai Elohim di Bait Suci [Mishkan] Elohim, menunjukkan diri-nya bahwa dia adalah Elohim.

Di atas adalah gambar Ashkenazi dan Sephardic Para Rabi Utama yang meminta kepausan untuk mendirikan “Perserikatan Bangsa-Bangsa Agama” di Bukit Bait Suci. Para rabi meminta pemimpin dari Misteri Babylon untuk memimpin di bait suci mereka, karena tatanan kerabbian diciptakan di Babylon (dan pada dasarnya orang Babel). Bersama dengan Sepupu Ismael mereka pada akhirnya akan membangun bait suci anti-Yeshua ini di negara Zionis Israel.

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give