Chapter 16:

Mengapa Iman Yahudi-Kristen?

This post is also available in: English Deutsch Français

Selamat datang di Nasrani Israel, iman [kepercayaan] Yahudi-Kristen abad pertama yang asli dalam Meshiah Yeshua (sering disebut Yesus). Kitab suci menyebut iman kepercayaan yang asli ini disebut sekte orang Nasrani, dalam Kisah Para Rasul 24: 5.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 24: 5
5 “Karena telah didapati orang ini sumber bencana, yang menggerakkan pertikaian di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia, dan seorang pemimpin kelompok dari sekte Min HaNetzerim [Natsrani].”

Rasul Sha’ul (Paulus) menanggapi dengan mengatakan bahwa dia percaya semua yang tertulis dalam Torah (Hukum Mosheh [Musa]) dan para nabi.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 24: 14
14 “Dan ini aku nyatakan kepada kamu, bahwa menurut Jalan yang mereka sebut suatu sekte, yang aku sembah Elohim leluhur-ku, mempercayai semua yang telah ditulis dalam Torah dan dalam Kitab para Nabi [Nebi’im],

Penting untuk memahami apa yang Sha’ul katakan di sini, jangan sampai kita salah mengartikan pesannya. Ada sejumlah sekte di Israel pada abad pertama, termasuk orang-orang Farisi, Saduki, Essenes, dan lainnya. Semua ini adalah sekte dalam Yudaisme. Sha’ul sendiri tidak menjawab dengan mengatakan bahwa hukum tersebut dihapus [diakhiri], dia mengatakan bahwa dia mempercayai semua hal yang tertulis dalam Torah dan Kitab para nabi. Dia juga mengatakan bahwa Elohim (Tuhan) tidak mengusir umat-Nya, orang-orang Yahudi, karena dia juga orang Israel.

Romiyim (Roma) 11: 1
1 Aku berkata kemudian, apakah Elohim telah menolak umat-Nya? Tentu tidak! Karena aku juga adalah orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Binyamin.

Dikatakan bahwa ketika seorang Yahudi membaca Perjanjian Terbaru (Perjanjian Baru), seolah-olah dia membaca sebuah buku yang sama sekali berbeda dari yang dibaca oleh orang Kristen non Yahudi, karena orang Yahudi membacanya dengan pemahaman istilah Yahudi. Seperti yang tertera di studi Nazarene Israel: Iman Asli dari para Rasul, inilah bagaimana kita harus mengerti Markus 9: 38-41, di mana Yochanan (Yohanes) mengatakan kepada Yeshua bahwa ada beberapa orang yang mengusir setan dalam Nama-Nya, tapi bukan pengikut dari mereka [Nazarene]. Apa yang orang Yahudi ketahui adalah bahwa ini adalah cara lain untuk mengatakan bahwa mereka tidak mengikuti halachah (contoh dari sekte rabbi tersebut, dalam kasus ini yang dimaksud adalah Yeshua).

Marqos (Markus) 9: 38-41
38 Dan Yohanan (Yohanes) berkata kepada-Nya, “Guru Agung, kami melihat seorang, yang tidak mengikuti kita, mengusir setan-setan didalam Nama-Mu, lalu kami melarang dia, karena dia tidak mengikuti kita.”
39 Dan ישוע berkata, “Janganlah melarang dia, karena tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu keajaiban didalam Nama-Ku dapat dengan mudah berbicara jahat tentang AKU.
40 Karena dia yang tidak melawan kita adalah untuk kita.
41 Sebab siapa saja yang memberikan kamu secangkir air minum didalam Nama-KU, karena kamu adalah milik Meshiah, sungguh, AKU berkata kepadamu, tidak berarti dia akan kehilangan upahnya.”

Dalam pelajaran-pelajaran kita yang lain, tertera bagaimana Yeshua menentang tatanan [aturan] rabbi, karena DIA menganggap itu menjadi suatu penggantian dari aturan [tatanan] ke-Imamat-an [Peraturan tentang kodr etik, pelayanan bait suci dll. yang ada di Imamat] dari Bapa-Nya. Namun, kita harus mencatat bahwa Yeshua tidak melawan Yudaisme, atau praktik para bapa leluhur. Misalnya, sekalipun Yeshua mengecam para rabbi dengan penggunaan tali pengikat lebar pada tefillin mereka (phylacteries), DIA juga tidak pernah mengutuk praktik mengenakan tefillin. Dia juga tidak pernah mengutuk memakai tzitzit (jumbai), tapi hanya “memperluas batas jubah mereka (yaitu, memperpanjang tzitzits mereka sampai terseret di tanah), seolah-olah itu membuat mereka istimewa.

Mattityahu (Matius) 23: 1- 8
1 Maka ישוע berbicara kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya,
2 mengatakan: “Para ahli Torah dan orang-orang Pharisi duduk di kursi Mosheh.
3 “Oleh karena itu, apa yang mereka katakan kepada kamu untuk mempertahankan, pertahankanlah dan lakukanlah. Tetapi janganlah melakukan menurut pekerjaan mereka, karena mereka mengatakan, dan tidak melakukan.
4 “Karena mereka mengikat beban berat, sulit untuk ditanggung [berat untuk dipikul], dan itu diletakkan di atas bahu manusia, tetapi dengan jari mereka mereka sendiri tidak mau memindahkannya.
5 “Dan mereka melakukan semua pekerjaan-pekerjaan mereka untuk dilihat oleh manusia, dan mereka membuat t’fillen [sebuah kotak kulit kecil berisi teks ibrani diatas vellum yang dipakai orang Yahudi saat doa subuh sebagai pengingat untuk mematuhi hukum] mereka melebar dan memperpanjang tsitsit dari pakaian mereka.
6 dan mereka menyukai tempat terbaik di pesta-pesta, dan tempat duduk terbaik di persekutuan-persekutuan,
7 dan salam [perhatian] di lapangan pasar [ruangan terbuka], dan dipanggil oleh orang-orang, ‘Rabbi, Rabbi.’
8 “Tetapi kamu, jangan disebut [dipanggil] ‘Rabbi’, karena hanya Seorang adalah Guru kamu, ha’Mashiah, dan kamu semuanya adalah saudara-saudara.”

Meskipun Yeshua mencela para rabbi karena sikap mereka (yaitu roh mereka yang salah), dalam ayat 8 DIA mengatakan untuk memandang DIA sebagai Rabbi kita satu-satunya. Dalam pikiran orang Yahudi, ini berarti mereka harus meniru DIA, dan mematuhi peraturan sekte-Nya. Inilah yang Yohanan (Yohanes) tulis.

Yohanan Aleph (1 Yohanes) 2: 3-6
3 Dan dengan hal ini kita tahu bahwa kita mengenal DIA, jika kita mempertahankan [melakukan Perintah-Perintah-Nya.
4 Siapa yang mengatakan, “Aku mengenal DIA,” dan tidak melakukan Perintah-Perintah-Nya, adalah seorang pembohong, dan kebenaran tidak ada di dalam dia.
5 Tetapi barangsiapa yang melakukan Perkataan-Nya, sesungguhnya kasih Elohim sedang disempurnakan di dalam dia. Dengan ini kita tahu bahwa kita ada di dalam DIA.
6 Seseorang yang mengatakan bahwa Ia tinggal di dalam DIA seharusnyalah dirinya juga berjalan, bahkan saat DIA berjalan.

Sekalipun Yeshua adalah satu-satunya Rabbi mereka, namun budaya Ibrani itu masih menjadi pola pemimpin sekte – dan jika dia tidak ada, maka itu tetap akan ditiru oleh murid-murid-nya yang lain.

Qorintiyim Aleph (1 Korintus) 11: 1
1 Jadilah peneladan-ku, sama seperti aku juga terhadap Meshiah.

Seperti yang tertera dalam studii Nazarene [Nasrani] Israel, para rasul menulis surat-surat mereka kepada orang-orang non-Yahudi [bangsa-bangsa lain], mengatakan kepada mereka bahwa mereka adalah yang terhilang dan yang tersebar dari kedua belas suku Israel, yang sedang dipanggil kembali oleh Roh Y’shua.

Ya’aqob (Yakobus) 1: 1
1 Ya’aqob, seorang pelayan יהוה dan Sang Guru ישוע ha’Mashiah, kepada kedua belas suku yang tersebar : Salam.

Untuk alasan prophetic yang kami jelaskan di studi Nazarene Israel, keyakinan [kepercayaan] yang semula [asli] adalah pertama dari para rasul yang harus ditekankan, sebelumnya hal itu bisa berlanjut untuk menuju kemenangan. Pertama, sebagai orang percaya memang harus jatuh ke dalam Roma, di mana mereka akan dibohongi oleh seorang manusia berdosa (orang yang tidak mengerti Torah), yang akan menentang apa yang dikatakan Firman Bapa. Manusia ini adalah Torahlessness [tanpa Torah] yang adalah paus (atau kepausan).

Tas’loniqim Bet (2 Tesalonika) 2: 3-4
3 Jangan biarkan orang menipu kamu dengan cara apapun, sebab kemurtadan itu datang pertama kali, dan manusia tanpa Torah itu yang mengungkapkan, anak kebinasaan,
4 yang menentang dan meninggikan diri-nya sendiri diatas segala sesuatu yang disebut Elohim atau yang disembah, sehingga ia duduk sebagai Elohim di Bait Suci [Mishkan] Elohim, menunjukkan diri-nya bahwa ia adalah Elohim.

Pertimbangkan tulisan ini dari abad keempat, di mana Bapa Gereja Katholok Epiphanius menulis tentang sekte orang-orang Nasrani seolah-olah mereka adalah orang-orang sesat karena mematuhi iman Yahudi yang telah percaya kepada Y’shua (Nasrani/Yahudi-Kristen) yang pernah disampaikan kepada orang-orang kudus.

¶¶ Orang-orang Nasrani tidak berbeda dalam hal yang esensial [pokok] dari mereka [Yahudi Ortodoks], karena mereka mempraktekkan kebiasaan dan doktrin yang ditentukan oleh Hukum Yahudi; Kecuali bahwa mereka percaya didalam Meshiah (Kristus). Mereka percaya pada kebangkitan orang mati, dan bahwa alam semesta diciptakan oleh Elohim (Tuhan). Mereka mengkhotbahkan bahwa Tuhan itu esa, dan bahwa Y’shua ha’Mashiah (Yesus Kristus) adalah Putra-Nya. Mereka sangat terpelajar dalam bahasa Ibrani. Mereka membaca Hukum [Hukum Mosheh=Torah] …. Oleh karena itu mereka berbeda … dari orang Kristen sejati karena mereka menggenapi [melakukan] sampai sekarang, misalnya upacara-upacara Yahudi seperti sunat, shabbath dan lain-lain.[Bapa Gereja Epiphanius Salamis, Melawan Heresies (orang Yahudi-Yunani), Panarion 29, 7, hlm. 41, 402] *

Ketika kita membaca hal ini dengan kaca-mata Yahudi, kita melihat bahwa pada abad keempat jemaat Nasrani masih menjalankan pelayanan Brit Milah (sunat). Referensi [petunjuk] kepada jemaat Nasrani yang membaca Hukum Torah pastilah mereka melakukan pelayanan Shabbath Torah. Memang, keluhan utama Epiphanius tampaknya adalah bahwa iman [kepercayaan] yang asli [permulaan] Yahudi-Kristen [Nasrani] masih terlalu berbau Yahudi, meskipun itu sebenarnya penyembahan yang dimaksudkan Rasul Yahudah untuk diperjuangkan.

Yahudah (Yudas) 1 :3
3 Hai yang terkasih, dengan menggunakan segala ketekunan untuk menulis kepada kamu yang berkenaan tentang keselamatan kita bersama, aku merasa perlu untuk menulis kepada kamu, menasihati kamu untuk berjuang dengan sungguh-sungguh demi iman yang sekali untuk selamanya yang sudah pernah disampaikan oleh orang-orang kudus.

Fakta bahwa jemaah Nasrani yang terus menjadi Yahudi makin terhilang dan kebanyakan menjadi jemaah Kristen karena masalah terjemahan Kitab Suci ke dalam bermacam versi aliran utama. Sebagai contoh, Version King James memasok dua kata miring (hari dan adalah) di Kolose 2: 16-17, yang secara efektif membalikkan makna dari bagian tersebut.

Colossians 2:16-17, KJV
16 Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of an holy day, or of the new moons, or of the sabbath days:
17 Which are a shadow of things to come; but the body is of Christ.
KJV

Dengan dua kata yang dipasok, KJV membuat itu terdengar sepertinya kita harus tidak membiarkan persaudaraan yang memberi tahu kita makanan ritual apa yang harus dimakan atau diminum, atau hari-hari penyembahan apa yang harus dijaga. Namun, karena kita tahu bahwa kita tidak menambahkan atau mengurangi dari firman-Nya, ayo kita berikan kata-kata yang telah disediakan dan itu dikembalikan, dan bacalah bagian ini dengan kaca-mata orang Yahudi.

Colossians 2:16-17 (no added words)
16 Let no man therefore judge you in eating, or in drinking, or in respect of a Festival, or a new moon, or of Shabbathoth
17 which are a shadow of what is to come – but the Body of ha’Mashiah.

Qolasim (Kolose) 2: 16-17
16 Karena itu janganlah seorangpun menghakim kamu dalam makanan, atau dalam minuman, atau dalam mematuhi suatu Perayaan, atau bulan baru [hari], atau Shabbathoth,
17 Yang merupakan suatu [prophetic] bayangan yang akan datang – tetapi Tubuh ha’Mashiah itu.

Ada tiga ide utama yang disebutkan di sini (1-2-3):

  1. Biarlah jangan seorangpun yang menghakim kamu dalam makanan, atau dalam minuman, atau dalam mematuhi hari suci [Festifal], atau bulan baru, atau hari Shabbath
  2. yang merupakan bayangan [nubuat] hal-hal yang [masih] akan datang
  3. Tapi Tubuh [Meshiah]

Jika kita menyusun kembali klausa [ayat/pasal] untuk membuat bahasa Inggris yang dibaca lebih baik, [3-1-2] apa yang Sha’ul katakan hanya untuk membiarkan tubuh Mashiah menghakim kita dalam makanan, dalam minuman, atau dalam mematuhi Shabbath atau hari Festifal, karena Festival-Festifal itu adalah gambar bayangan prophetic dari hal-hal yang masih akan datang.

[3] Biarlah jangan seorangpun tetapi Tubuh Mashiah yang menghakimi kamu
[1] dalam makanan, atau dalam minuman, atau dalam mematuhi hari suci [Festifal], atau bulan baru, atau hari Shabbath,
[2] karena semuanya itu adalah bayang-bayang prophetic tentang hal-hal yang [masih] akan datang.

Sha’ul mengatakan bahwa kita seharusnya membiarkan Tubuh Mashiah memberi tahu kita apa yang harus dimakan dan diminum, dan hari-hari festifal apa yang harus lakukan (dan bagaimana), karena adat-adat ini dan ritual [upacara] ini adalah gambaran bayangan prophetic tentang hal-hal yang akan datang. Ini sama seperti para rasul masih harus berada di Yerusalem pada hari Pentakosta, melakukan upacara dan ritual Pentakosta, sambil menunggu penggenapan gambaran bayangan prophetic [nubuat] ini.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 2: 1-2
1 Dan ketika Hari Festival [Perayaan] Shabuoth [Pentakosta] telah tiba, mereka semua dengan satu pikiran dalam satu tempat.
2 Dan tiba-tiba datanglah satu suara dari shamayim [langit], seperti suatu angin kencang yang dahsyat, dan itu memenuhi seluruh rumah dimana mereka sedang duduk.

Dalam pikiran orang Yahudi, doa-doa dan ritual-ritual yang menyertai setiap festival adalah bagian dari memelihara [melakukan] setiap festival dengan benar. Itulah sebabnya, dalam pikiran orang Yahudi, jika ibadah tidak dilakukan dengan cara yang benar (atau pada waktu yang tepat), seolah-olah ibadah itu tidak dilakukan [berlaku] sama sekali. Hal ini mungkin tampak aneh bagi mereka yang berlatar belakang orang Kristen yang bukan orang Yahudi, tapi itu tampak jelas bahwa Y’shua cukup aktif di synagoga lokal-Nya, di mana upacara-upacara dan ritual-ritual [tatacara] ini yang telah diajarkan.

Luqas (Lukas) 4: 16
16 Dan DIA datang ke Natsareth, dimana DIA telah dibesarkan. Dan menurut kebiasaan-Nya, DIA pergi ke perkumpulan [rumah ibadah] pada hari Shabbath, dan berdiri untuk membaca.

Dalam Yudaisme, adalah suatu kehormatan untuk membaca dari Torah dihadapan orang-orang. Kehormatan ini hanya diberikan kepada orang-orang Yahudi yang bereputasi baik dengan orang-orang, dan dengan bendahara synagoga. Jadi, contoh dari Y’shua menginformasikan kepada kita bahwa bukan hanya DIA seorang pembaca biasa di rumah ibadat-Nya, namun Dia juga merupakan pendukung aktif synagoga lokal-Nya. Inilah contoh yang kita sebut.

Kadang-kadang mereka yang dari latar belakang bangsa Ephraim memiliki hubungan emosional yang kuat dengan fakta bahwa warisan kesukuan mereka adalah selain orang Yahudi. Namun tidak peduli apa warisan kita, alasan Rabbi kita dan murid-murid-Nya adalah semua orang orang Yahudi persis sehingga sifat dasar ibadah synagoge selalu akan menjadi orang Yahudi. Perhatikan Sha’ul mengatakan kepada kita bahwa pelayanan ibadah itu diberikan kepada suku Yehuda.

Romiyim (Roma) 9: 4
4 yang adalah orang-orang Yisra’el, yang diadopsi, dan dihargai, dan ada Perjanjian, dan yang diberi Torah, dan ibadah [pelayanan kepada Elohim], dan janji-janji,

Sha’ul juga membantu persekutuan-persekutuan yang dalam keadaan tersebar untuk mengetahui [mengenal] tradisi Yahudi yang tepat, untuk upacara maupun tata-cara [pelaksanaan] penyembahan dalam Yahudi tersebut.

Qorintiyim Aleph (1 Korintus) 11: 1-2
1 Jadilah peneladan-ku, sama seperti aku juga terhadap Meshiah.
2 Dan aku memuji kamu, saudara-saudara, bahwa kamu mengingat aku dalam segala hal dan berpegang pada tradisi-tradisi yang aku sampaikannya kepada kamu.

Beberapa kabar gembira adalah bahwa Amanat Agung Y’shua adalah perintah untuk pergi ke seluruh dunia, dan membangun rumah ibadah di mana Y’shua dan Yahweh dipuji dan disembah, menurut dan sesuai apa yang telah dilakukan Y’shua untuk kita meneladani.

Mattityahu (Matius) 28: 19-20
19 “Oleh karena itu pergilah, jadikanlah talmidim (murid-murid) di semua bangsa, benamkan (baptiskan) mereka didalam Nama Bapa dan Putra dan Ruah haQodesh,
20 ajarlah mereka untuk memelihara semua yang AKU telah perintahkan pada-mu. Dan lihatlah, AKU selalu beserta dengan mu, hingga akhir zaman. “Amen.

Ketika para keluarga kerohanian penatua di setiap kota berkumpul dan menaikkan persembahan pujian dan menyembahan menurut tata-cara synagoga [rumah ibadah] Ibrani kuno, tidak hanya memuliakan nama Yeshua, namun juga mempersiapkan kita untuk kedatangan kejadian-kejadian prophetic. Mereka yang membantu Amanat Agung-Nya maju terus, menurut halachah Yeshua, akan diberkati.

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give