Chapter 30:

Di Berkatilah Dia Yang Memperbesar Gad

This post is also available in: English Español

Artikel ini akan menjelaskan beberapa alasan saya untuk memindahkan markas pelayanan Nazarene [Nasrani] Israel ke Amerika Latin.

Noach (Nuh) memiliki tiga putra, Shem, Ham, dan Yaphet (Yefet).

B’reishith/Kejadian 6: 10
10 Dan Noah memperanakkan tiga anak-anak laki: Shem, Ham, dan Yapheth.

Para peneliti ke migrasian dari suku-suku seperti Davidiy, Collins, White, dan lain-lain memberitahu kita bahwa Ham pergi ke selatan ke Afrika. Yaphet pergi ke utara ke tempat yang kemudian menjadi Eropa Kristen. Shem pergi ke timur ke Asia dan menyeberangi jembatan darat ke Amerika. Dengan demikian, penduduk pribumi asli Amerika adalah etnis Shemites (yang merupakan cabang yang sama dari yang mana adalah keturunan Israel).

Mungkin nubuatan yang paling jauh menjangkau sepanjang masa, Noah mengatakan kepada kita bahwa Yaphet suatu hari akan tinggal di tenda-tenda Shem.

B’reshith (Kejadian) 9: 27
27 ‘’Biarlah Elohim memperluaskan Yapheth, dan membiarkannya tinggal di tenda-tenda Shem. Dan biarlah Kena’an menjadi pelayan-nya.’’

Ketika kami mencari nama Yaphet dalam Konkordansi Ibrani Strong, kami melihat bahwa itu merujuk pada sifat ekspansif (dan juga terkait dengan keindahan).

PL: 3315 Yepheth (yeh’-feth); dari PL: 6601; ekspansi; Yefet, putra Noah [Nuh]; juga keturunan-nya.

Seperti yang tertera dalam buku studi di Nazarene Israel, sepuluh suku rumah Ephraim di utara dibawa tahanan ke Asyur [Siria] karena gagal mempertahankan Torah. Akan tetapi, setelah waktu penahanan mereka yang dinubuatkan itu telah berakhir, mereka masih tidak bertobat, dan waktu hukuman mereka diperbanyak tujuh kali, sesuai dengan Imamat 26:18.

Wayyiqra (Imamat) 26:18
18 ‘Dan setelah semuanya ini, jika kamu tidak mematuhi AKU, maka AKU akan menghukum kamu tujuh kali lagi karena dosa-dosa kamu.

Orang-orang Ephraim tersebar di keempat penjuru, untuk dicampurkan dan bergaul [bercampur] dengan setiap keluarga, setiap bangsa, dan setiap ras, di setiap bangsa di bumi. Namun, ada juga tubuh kenabian dari orang-orang Ephraim yang berpindah ke utara dan barat dengan kebangkitan dan kejatuhan kekaisaran, yang akhirnya menetap di tempat yang kemudian menjadi Protestan di Eropa barat laut. Para peneliti seperti Davidiy dan Collins cenderung mengasosiasikan suku-suku tertentu dengan negara-negara tertentu. Misalnya, suku Gad diyakini telah menetap di negara-negara Skandinavia Viking di Norwegia, Swedia, dan Denmark.

Kita akan kembali ke Viking Gad sebentar, tetapi tak lama setelah Yahweh memanggil saya untuk bertobat, aku memohon kepada DIA untuk menunjukkan kepada saya dari Tanach (“Perjanjian Lama”) apakah Meshias sudah datang, atau belum. DIA menunjukkan kepada saya dua bagian yang membuktikan bahwa tidak hanya Meshias Yeshua telah datang, tetapi bahwa DIA mengharapkan Nazarene [Nasrani] Israel untuk mendirikan Halachah (yaitu, cara mengamati iman/kepercayaan) di zaman sekarang. Bukti ini berkaitan dengan interaksi dua bagian dalam Torah, tentang suku Yehuda dan Gad.

Pertama, Kejadian 49:10 mengatakan kepada kita bahwa suku Yehuda harus memegang tongkat kerajaan [kekuasaan raja] (kerajaan) dan bagian dari pemberi hukum (hak untuk mengatur Halacha) sampai Shiloh (Meshias) datang.

B’reshith (Kejadian) 49: 10
10 ‘’Tongkat kerajaan itu tidak akan berpaling dari Yahudah, maupun seorang Pemberi hukum (ומחקק) dari antara kakinya, sampai Shiloh [Meshiah] itu datang, dan ketaatan masyarakat itu bagi DIA.

Kata untuk pemberi hukum dalam bahasa Ibrani adalah “m’khokek” [מְחֹקֵק]. Akar kata ini adalah PL: 2710 Strong, chaqaq. Idenya adalah bahwa seseorang yang mendengar suara Yahweh (yaitu, hakim, nabi, atau rasul) akan mendengarkan apa yang Yahweh katakan dalam Roh, dan kemudian menuliskan, memahat, atau “meretas/pahat tukang tempa” keputusan yang ditaruh pada batu atau papan [buku catatan] logam.

PL: 2710 chaqaq (khaw-kak ’); akar primitif; dengan benar, untuk meretas [pahat tukang tempa], yaitu mengukir (Hakim-hakim 5:14, menjadi juru tulis saja); dengan implikasi, untuk menetapkan (hukum yang dipotong di batu atau papan logam di zaman primitif) atau (gen.) meresepkan: -persetujuan, keputusan, gubernur, kuburan, pemberi hukum, catatan, pourtray [sic], cetak, perangkat.

Karena Yehuda menduduki jabatan raja, Yehuda akan memiliki otoritas untuk mengatur Halachah sampai Meshias (Shiloh) datang. Namun, Ulangan 33: 20-21 mengatakan bahwa ketika Meshias Yeshua datang, bagian pemberi hukum akan disembunyikan di suku Gad.

Debarim (Ulangan) 33: 20-21
20 Dan Gad dia berkata: “Baruk/Diberkatilah dia yang membesarkan suku Gad: Dia berdiam sebagai seekor singa, dan akan merobek lengan [militer, yaitu kerajaan], juga mahkota [dalam kedudukan literal].
21 ‘’Dan dia memilih bagian yang terbaik [rampasan penaklukkan] untuk dirinya sendiri, karena ada bagian dari pemberi hukum (מחקק) yang tersembunyi [milik]. Dan dia datang dengan pemimpin-pemimpin jemaah/masyarakat. Kebenaran יהוה itu dia lakukan, dan Pemerintahan-Keadilan-NYA dengan Yisra’el.’’

Ulangan 33: 20-21 memberitahu kita bahwa Gad akan merobek lengan (kekuatan militer), dan juga mahkota (pemerintah). Orang Gad selalu merebut mahkota (kerajaan, pemerintah). Karena mereka memegang kekuasaan, itu memberi mereka kemampuan untuk mengatur halachah, memberi tahu orang-orang bagaimana cara beribadah.

Vikings Katolik Roma menetap wilayah Normandia di Perancis, menyebut diri mereka Norman (Manusia Utara). Orang-orang Norman Kristen kemudian menginvasi Inggris di bawah William the Conqueror, merebut mahkota Inggris. Kemudian, Raja Henry VIII memberontak melawan umat Katolik, dan membawa Inggris ke Protestan. Itu adalah Inggris Protestan yang kemudian menaklukkan Kerajaan Inggris (yang merupakan nubuat Manasye), dan juga menjajah Amerika Utara, termasuk koloni-koloni yang kemudian menjadi Amerika Serikat. Dalam semua ini mereka mampu menetapkan Protestantisme sebagai halachah pada zaman mereka.

Karena saudara-saudara Yahudi Ortodoks kita tidak mengakui Yeshua sebagai Meshias, mereka percaya bahwa ketika Meshias mereka akhirnya datang, mereka akan memberikan tongkat kerajaan dan bagian dari pemberi hukum kepada DIA. Ini mungkin terdengar bagus sampai kita menyadari bahwa menurut skenario itu, porsi [bagian] pemberi hukum tidak pernah meninggalkan suku Yehuda. Ini secara langsung bertentangan dengan Ulangan 33: 20-21, yang menyerukan agar bagian pemberi hukum disembunyikan dalam suku Gad. Namun, satu-satunya cara untuk porsi [bagian] pemberi hukum untuk disembunyikan dalam suku Gad adalah jika Yeshua benar-benar Meshias yang dinubuatkan, dan bahwa ketika DIA datang, bagian dari pemberi hukum itu tersembunyi di dalam suku Gad, pada abad pertama. Oleh karena itu, meskipun Cabalist Judah/Yehuda masih memegang kekuasaan kerajaan (karena mereka mengendalikan suplai [penyediaan] uang dunia), itu adalah orang Gad Nazarene Israel yang memiliki otoritas untuk mengatur halachah hari ini.

Perhatikan bahwa pusat iman secara historis pindah dengan pusat kekuasaan. Pada mulanya pusat iman kita adalah Yerusalem. Kemudian setelah Yerusalem jatuh ke Roma, pusat iman pindah ke Roma (Kejatuhan yang Hebat). Kemudian pindah ke Jerman secara singkat, dengan Reformasi Protestan. Setelah ini pindah ke Inggris (dengan Raja Henry VIII). Kemudian ketika Amerika Serikat menjadi kekuatan industri dan ekonomi yang paling utama, dia pindah ke Amerika Serikat. Namun, seperti yang tertera di studi “Amerika, Tanah Babel” (Kitab Wahyu dan Zaman Akhir), karena kita tahu bahwa Amerika Serikat adalah tanah Babel, itu akan semakin terkepung, dan jatuh antara selama kutuk cawan-cawan, atau Armageddon. Oleh sebab inilah ada panggilan untuk merelokasi pusat iman di luar Amerika Serikat.

Yirmeyahu (Yeremia) 51: 45-46
45 “Keluarlah dari tengah-tengah-nya, umat-KU! Dan biarlah semua orang melepaskan dirinya dari ketidaksenangan יהוה yang bernyala-nyala .
46 “Dan jangan sampai hati-mu menjadi lemah, dan kamu takut laporan tersebut terdengar di negeri itu – karena laporan akan datang setahun, dan sesudah itu, di tahun lain laporan akan datang, dan ada kekerasan di negeri itu, penguasa melawan penguasa –

Amerika Latin adalah pilihan yang bagus untuk relokasi karena berbagai alasan. Salah satunya, karena populasi dasar adalah Shemite [orang Shem] itu akan memenuhi Kejadian 9:27, dengan Yaphet tinggal di tenda-tenda Shem. Lebih jauh, itu bisa membantu memajukan Amanat Agung ke tingkat berikutnya.

Mattithyahu (Matius) 28: 19-20
19 “Oleh karena itu pergilah, jadikanlah talmidim (murid-murid) di semua bangsa, benamkan (baptiskan) mereka didalam Nama Bapa dan Putra dan Ruah haQodesh,
20 ajarlah mereka untuk memelihara semua yang AKU telah perintahkan pada-mu. Dan lihatlah, AKU selalu beserta dengan mu, hingga akhir zaman. “Amen.

Penduduk disana jatuh dari Katolik karena skandal seksual dan pelanggaran Gereja Katolik. Gereja-gereja Protestan bermunculan di mana-mana ketika orang-orang Amerika Latin mulai melihat Kitab Suci untuk mendapatkan lebih banyak kebenaran. Ini adalah kesempatan bersaksi.

Namun, banyak orang Protestan memiliki kekhawatiran tentang Amerika Latin, karena ekonomi tidak begitu kuat, dan bisa ada lebih banyak kejahatan kecil. Ini dapat membantu memahami akar dari perilaku ini, untuk mengetahui cara mengatasi mereka.

Karena orang-orang Eropa Protestan menginginkan tanah, mereka menggambarkan orang-orang pribumi seolah-olah mereka mirip dengan orang Kanaan. Dalam pikiran mereka pada saat ini memberikan alasan untuk menyingkirkan mereka, dalam genosida [pembunuhan yang disengaja terhadap sekelompok besar orang, bangsa tertentu]. Beberapa yang tersisa kemudian dipindahkan ke reservasi [daerah penampungan].

Sementara orang-orang Protestan mencari tanah, orang Spanyol kebanyakan mencari emas. Karena emas sangat umum di dunia baru, penduduk asli tidak menyadari betapa berharganya itu, dan karenanya mereka memperdagangkannya untuk barang-barang umum (seperti cangkir, perkakas, dan pakaian). Kemudian ketika emas habis, orang Spanyol memperbudak penduduk, membuat mereka bekerja di ladang, dan di tambang emas. Banyak penduduk pribumi melakukan bunuh diri daripada menjadi budak, jadi budak impor Spanyol dari Afrika. Bahkan setelah ada emansipasi dari perbudakan dan kemerdekaan dimenangkan dari Spanyol, sebagian besar kekayaan masih dipegang oleh warisan Eropa. Misalnya, di Kolombia, 81% kekayaan dipegang oleh 1% populasi. Dapat dimengerti, banyak penduduk asli dan orang-orang Afrika tidak senang dengan ini, dan ada panggilan berulang untuk melembagakan reformasi sosialis dan komunis. Namun, ini selalu gagal, bukan karena program sosial kuda merah salah, tetapi karena program sosial kuda merah sekuler yang salah.

Dalam bab studi “Dari Zakharia ke Tatanan Kitab Wahyu” (dalam Studi Kitab Suci Nazarene, Jilid 3), kita membahas bagaimana kita dipanggil untuk mengorganisasi diri kita sendiri dengan tatanan [aturan] Pewahyuan kuda-kuda, pertama Putih, kemudian Merah, lalu Hitam, dan akhirnya Hijau. Ini berarti pertama dan terutama kita harus mencintai dan melayani Yeshua (kuda putih). Selanjutnya, kita harus mengasihi dan melayani saudara-saudara kita (kuda merah) (termasuk secara ekonomi, dengan dukungan sosial). Hanya kemudian kita harus mencari untuk membangun kekayaan (kuda hitam). Terakhir, kita dipanggil untuk menetapkan kuda hijau penghakiman bersama di dalam negara. Ini adalah tatanan [aturan] yang sama seperti banyak orang Shem bangsa Amerika Latin lakukan.

Bangsa Israel Shem kuno sebagian besar adalah pertanian, dan juga berorientasi [berhadapan] pada masyarakat. Demikian pula, Shemite [orang Shem] Amerika Latin sebagian besar adalah pertanian, dan berorientasi pada masyarakat. Orang-orang Latin juga lebih menekankan pada iman, keluarga, dan teman daripada pada kekayaan. Ini berarti bahwa daripada menaiki tangga perusahaan, mereka menghabiskan waktu satu sama lain. Ini mungkin kelihatannya salah bagi banyak Protestan dan Yahudi, tetapi Yeshua memberi tahu kita bahwa ada banyak yang terkebelakang, yang akan menjadi pertama.

Luqas (Lukas) 13: 29-30
29 “Dan mereka akan datang dari timur dan barat, dari utara dan selatan, dan duduk di kerajaan Elohim.
30 “Dan lihatlah, ada yang terakhir yang akan menjadi pertama, dan ada yang pertama yang akan menjadi terakhir.”

Berbeda dengan Amerika Serikat yang dipimpin orang Gad [Gadite], Nazarene [Nasrani] Israel bukanlah kekuatan militer. Sebaliknya, Nazarene Israel adalah iman [kepercayaan] semula [asli] dari para rasul, yang dilahirkan kembali di Amerika Serikat. Kami berusaha mengembalikan halachah yang asli. Dan sama seperti kekuatan militer AS Gadite diproyeksikan [dibangunkan] di seluruh dunia, dengan pindah ke basis operasi yang aman di Amerika Latin, Nazarene [Nasrani] Israel kemudian akan dapat menyebarkan halachah pertama yang benar ke dalam cetakan bahasa Spanyol, dan kemudian ke blok [cetakan] bahasa lainnya, menerima iman percaya sekali yang diteruskan kepada orang-orang kudus ke dunia dalam menggenapi Amanat Agung.

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give