Chapter 24:

Birkhat HaMinim = Kutukan pada Sekte

This post is also available in: English Español Deutsch

Kita tidak tahu dengan pasti tahun dari kelahiran Yeshua, tapi banyak para sejarahwan percaya bahwa Yeshua lahir sekitar kurang lebih (+/-) tahun ke-4 Sebelum Masehi. Namun, kita tahu bahwa pelayanan-Nya dimulai sekitar 30 tahun kemudian.

Luqas (Lukas) 3:23
23 Dan ketika Yeshua sendiri memulai-Nya, DIA berumur kurang lebih tiga puluh tahun, seperti yang seharusnya [sesuai peraturan], anak laki Yoseph, anak Eli,

Kita juga tahu bahwa itu adalah kebiasaan Yeshua untuk masuk ke rumah-rumah ibadah, dan mengajar orang-orang di rumah-rumah ibadah.

Luqas (Lukas) 4: 15-16
15 Dan DIA mengajar dalam jemaah-jemaah mereka, dipuji oleh semua orang.
16 Dan DIA datang ke Natsareth, dimana DIA telah dibesarkan. Dan menurut kebiasaan-Nya, DIA pergi ke perkumpulan [rumah ibadah] pada hari Shabbath, dan berdiri untuk membaca.

Alasan Yeshua berhenti pergi ke rumah-rumah ibadah adalah karena Dewan Penasihat (Sanhedrin) memutuskan bahwa DIA akan dihukum mati.

Yohanan (Yohanes) 11: 49-54
49 Dan seorang dari mereka, Qayapha, menjadi seorang imam besar pada tahun itu, berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa,
50 juga kamu tidak memperhitungkan bahwa itu lebih baik bagi kita bahwa satu orang mati untuk rakyat [banyak orang] dari pada bahwa seluruh bangsa harus binasa.”
51 Tetapi dia tidak mengatakan ini dari dirinya sendiri, tetapi menjadi sebagai imam besar pada tahun itu dia menubuatkan bahwa Yeshua akan mati untuk bangsa itu,
52 dan bukan hanya untuk bangsa itu saja, tetapi untuk mengumpulkan bersama-sama menjadi satu anak-anak Elohim yang tersebar di permukaan bumi.
53 Maka sejak hari itu mereka merencanakan untuk membunuh DIA.
54 Karena itu, Yeshua tidak lagi pergi secara terbuka diantara orang-orang Yahudi, tetapi pergi keluar dari sana ke daerah yang dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Ephrayim, dan tinggal disana bersama murid-murid-Nya.

Tujuan Sanhedrin adalah untuk menyerang Gembala, sehingga domba-domba itu akan tersebar.

Zekaryah (Zakaria) 13: 7
7 “Hai pedang, bangunlah melawan Gembala-KU, lawanlah Manusia yang adalah Rekan-KU,” tegas יהוה Tsebaot. “Hantamlah Gembala itu, dan biarkanlah domba-domba itu dicerai-beraikan. Tetapi AKU akan mengacungkan tangan-KU kepada yang kecil”

Tetapi, domba-domba itu tidak tersebar sampai penganiayaan yang terjadi pada zaman Sha’ul (Paulus). Bahkan saat itu, sementara orang-orang yang beriman bertebaran, para rasul (mengikuti para gembala) tinggal di Yerusalem.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 8: 1
1 Dan Sha’ul memberikan persetujuan atas kematian-nya. Dan pada hari itu terjadi penaniayaan yang besar terhadap persekutuan itu yang berada di Yerushalayim, dan mereka semuanya tersebar di seluruh daerah [negeri] Yahudah [Yudea] dan Shomeron [Samaria], kecuali para utusan.

Gereja mengajarkan bahwa setelah pertobatan Sha’ul, dia hanya pergi ke rumah-rumah ibadat untuk membuat petobat-petobat baru, tapi bahwa fokus utama-nya adalah memulai persekutuan-persekutuan gereja [berjemaat] yang terpisah. Namun, Perjanian Baru tidak ada yang menjelaskan [mengatakan] hal ini. Sebaliknya, kebiasaan rasul Sha’ul adalah masuk ke rumah-rumah ibadat [synagoge] dan menyaksikan Yeshua—bahkan dia tetap berada di synagoge [rumah-rumah ibadat] yang sama ketika dia diijinkan.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 17: 1-2
1 Dan setelah melewati Amphipolis dan Apollonia, mereka tiba di Thessalonike, dimana ada sebuah jemaah [persekutuan] orang-orang Yahudi.
2 Dan sesuai dengan kebiasaan-nya, Sha’ul pergi masuk [bergabung] bersama mereka, dan selama tiga Shabbathoth [hari2 Shabbath] menelaah bersama mereka dari Kitab Suci.

Bahkan ketika Sha’ul diusir dari rumah ibadat [synagoge] di Korintus, dia hanya pergi bersebelahan sampai saat penguasa synagoge di Korintus menjadi percaya.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 18: 4-8
4 Dan dia bermusyawarah [belajar] dalam persekutuan jemaat setiap Shabbath, dan memenangkan atas orang Yahudi maupun orang Yunani.
5 Dan ketika Sila dan Timotheos datang dari Makedonia, Sha’ul dipaksa oleh Ruah, dan dengan sungguh-sungguh bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa ישוע adalah ha’Mashiah.
6 Akan tetapi, ketika mereka menolak dan mengutuk, dia mengguncang pakaian-nya dan berkata kepada mereka, “Darah kamu ada di atas kepala kamu, aku bersih. Mulai dari sekarang aku akan pergi ke bangsa-bangsa lain. ”
7 Dan setelah pergi dari sana dia datang di rumah seorang pria [yang dapat dipercaya] bernama Yustos, yang menyembah Elohim, yang rumah-nya bersebelahan dengan rumah ibadah.
8 Dan Krispus, penguasa rumah ibadah itu, percaya dalam Guru Agung itu [Yeshua] dengan semua seisi rumah-nya. Dan banyak orang-orang Korintus, mendengar, menjadi percaya dan di babtis.

Setelah hal-hal ini terjadi, Sha’ul memisahkan sumpah sebagai seorang Nazir-nya, yang menyerukan untuk mencukur kepala (Bilangan 6:18).

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 18:18
18 Dan Sha’ul, setelah tinggal beberapa hari lagi, setelah berpamitan dari saudara-saudara, berlayarlah dia ke Syria, dan Priskilla dan Aqulas ada bersama dengan dia, setelah mencukur kepala-nya di Kengkreai, karena dia telah bersumpah [bernazar].

Seperti yang tertera dalam studi [buku] Nazarene Israel, ketika Sha’ul tiba di Yerusalem dia bertemu dengan Rasul Ya’aqov (Yakobus), yang menilai sekte Nazarene [Nasrani] setelah kematian Yeshua. Karena ada kebingungan tentang ajaran Sha’ul, Ya’aqov menyuruh Sha’ul membayar hewan yang dibutuhkan untuk memisahkan sumpah Nazir dari empat orang lainnya, selain untuk milik-nya sendiri. Ini akan menjadi total lima belas hewan, dan lima dari pengorbanan adalah untuk dosa (Bilangan 6:14). Karena ini, semua akan tahu bahwa Sha’ul juga berjalan tertib, dan memelihara [melakukan] Torah.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 21:20-24
20 Dan ketika mereka mendengar itu, mereka memuji Adon [Guru Agung]. Dan mereka berkata kepada dia, “Kamu lihat, saudara-saudara, bagaimana banyak ribuan orang Yahudi yang mana mereka telah menjadi percaya, dan semua adalah sangat rajin untuk Torah.
21 “Dan mereka telah memberitahukan tentang kamu bahwa kamu mengajar semua orang-orang Yahudi yang diantaranya bangsa asing [gentiles] untuk meninggalkan [mengabaikan] Mosheh, mengatakan jangan disunat anak-anak ataupun berjalan menurut adat istiadat itu.
22 “Jadi apakah itu? Mereka pasti akan mendengar bahwa kamu telah datang.
23 “Jadi lakukanlah ini, apa yang kita katakan kepada kamu: Kita mempunyai empat orang [pria] yang telah mengambil sumpah [nazir].
24 “Ambilah mereka dan murnikan [sucikan] bersama mereka, dan bayarlah pengeluaran mereka sehingga mereka mencukur kepala mereka. Dan semua akan mengetahui bahwa apa yang mereka telah memberitahukan tentang kamu adalah tidak begitu, tetapi bahwa kamu sendiri juga berjalan tertib, menjaga Torah [Moshe].

Birkhat HaMinim: Kutukan pada Sekte
Meskipun penganiayaan di abad pertama sangat kuat, ketika tidak ada penganiayaan orang Nasrani bisa masuk ke synagoge [rumah-rumah ibadat], dan bahkan bisa mengorbankan pengorbanan di bait suci. Lalu bagaimana keadaannya seperti sekarang ini, di mana sekte Nazarene dilarang?

Selain sekte orang Nasrani, ada juga tiga sekte lain yang percaya pada Yeshua. Dalam Kisah Para Rasul 15 kita bertemu sekte rabbi orang-orang Farisi yang percaya pada Yeshua. Ini adalah orang-orang Yahudi rabbinic yang juga percaya pada Yeshua (baik diam-diam atau di tempat terbuka). Dalam Kisah Para Rasul 15 mereka menganjurkan sunat demi kebiasaan Moshe, yang mengacu pada kebiasaan dan tradisi rabbi. Di sini mereka menegaskan bahwa tradisi rabbi harus dipelihara atau seseorang tidak diselamatkan.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 15: 1-
1 Dan orang yang dapat dipercaya datang dari Yahudah dan mengajar jemaah itu, ‘’Jika kamu tidak disunat, sesuai dengan penerapan Moshe, kamu tidak dapat diselamatkan.’’

Ada juga orang-orang Helenis [Yahudi-Yunani] dari Markus 9: 38-40, yang melakukan segala macam cara yang hebat [mengagumkan] dalam nama Yeshua, dan yang belum menaati minhag Yeshua (peraturan sekte).

Marqos (Markus) 9: 38-41
38 Dan Yohanan (Yohanes) berkata kepada-Nya, “Guru, kami melihat seorang, yang tidak mengikuti kita, mengusir setan-setan didalam Nama-MU, lalu kami melarang dia, karena dia tidak mengikuti kita.”
39 Dan ישוע berkata, “Janganlah melarang dia, karena tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu keajaiban didalam Nama-KU dapat dengan mudah berbicara jahat tentang AKU.
40 Karena dia yang tidak melawan kita adalah untuk kita.
41 Sebab siapa saja yang memberikan kamu secangkir air minum didalam Nama-KU, karena kamu adalah milik Meshiah, sungguh, AKU berkata kepadamu, tidak berarti dia akan kehilangan upahnya.”

Orang-orang Hellenis [Yahudi-Yunani] ini kemudian dikenal sebagai Kristiyanos, dan mereka adalah pelopor orang-orang Kristen saat ini. Dan di samping itu juga terdapat Gnostik [Pengajaran yang berhubungan dengan pengetahuan mistis esoteris] 1 Timotius 6:20.

Timotiyos Aleph (1 Timotius) 6: 20-21
20 O Timotheos! Awasilah apa yang telah dipercayakan kepada kamu, menyimpanglah dari hal yang tidak suci [duniawi] dan ocehan yang kosong dan perbantahan yang palsu disebut ‘pengetahuan’
21 yang beberapa orang telah menganut-nya itu, telah kehilangan mengenai kepercayaan. Berkat menyertai kamu, Amen.

Untuk menyingkirkan semua kelompok ini dari sinagoge rumah2 ibadah], para rabbi menyusun kutukan yang kemudian dibawa ke dalam pelayanan rumah ibadah sebagai pasal 12 dari Amidah (Berdoa Sambil Berdiri). Siapa pun yang ingin mengambil bagian dari pelayanan Torah harus terlebih dahulu mengucapkan Amidah. Saat ini bahasa telah dimodifikasi untuk mengutuk fitnah (malsinim), namun kalau dipahami [dicermati] dengan baik bahwa ini adalah sebuah eufemisme [kata pelembut/pelembut bahasa] bagi mereka yang percaya pada Yeshua.

Orthodox Amidah (Doa Berdiri) Pemberkatan 12
12 Dan untuk para pefitnah [I’malshinim] semoga tidak ada pengharapan, dan semoga semua kejahatan dalam sekejap dihancurkan dan semua musuh Mu ditebang dengan cepat; dan orang-orang jahat dicabut dan dihancurkan dan dimusnahkan dan direndahkan segera pada zaman kita sekarang. Diberkatilah Engkau, Adonai, yang menghancurkan para musuh dan merendahkan orang-orang berdosa.

Talmud Babilonia pada Berachot 28b-29a menyatakan bahwa dalam bentuk aslinya, Birkhat HaMinim tidak merujuk pada l’malshinim (fitnah) tapi l’minim (untuk sekte, tapi terutama orang Nasrani). (Jumlahnya adalah catatan kaki.)

Traktat 28b: Ke delapan belas [doa ucapan syukur] ini apakah benar-benar berusia sembilan belas tahun? R. Levi berkata: Doa ucapan syukur itu yang berkaitan dengan Minim [sekte] 18 dilembagakan di Jabneh.19 Untuk apa artinya itu untuk disesuaikan? R. Levi mengatakan: Pada pandangan R. Hillel putra R. Samuel b. Nahmani, 20 untuk Dewa dari Kehebatan guntur; 21 pada pandangan R. Joseph, untuk Satu kata 22 di dalam Shema; pada pandangan R. Tanhum mengutip R. Yosua b. Levi, untuk tulang punggung kecil di kolom yang berhubungan dengan tulang belakang.
Para rabbi kita mengajar: Simeon ha-Pakuli 23 mengatur delapan belas doa untuk melayani di depan Rabban Gamaliel di Jabneh. Kata Rabban Gamaliel kepada orang bijak: 24 Bisakah salah satu di antara kamu membingkai sebuah doa ucapan syukur itu yang berkaitan dengan Minim? 25 Samuel yang tidak begitu penting itu bangkit dan menyusunnya itu. Tahun berikutnya 26 dia melupakannya itu
Traktat 29a: dan dia mencoba dua atau tiga jam untuk mengingatnya, dan mereka tidak melepaskannya. 1 Mengapa mereka tidak membiarkan dia melihat bahwa Rab Yehuda telah mengatakannya atas nama Rab: Jika seorang pembaca membuat kesalahan dalam hal-hal lain, mereka tidak akan melepaskan dia, tetapi jika dalam doa ucapan syukur dari Minim, dia akan dihapus, karena kami menduga dia menjadi seorang Min?

Bapa Gereja Epiphanius mengatakan kepada kita bahwa bahkan di abad keempat, Netzerim berbeda dari orang-orang Yahudi Orthodoks dalam “tidak ada hal yang penting,” kecuali bahwa mereka percaya Yeshua sebagai Meshiah. Mereka juga menggenapi semacam upacara-upacara orang “Yahudi” seperti penyunatan fisik dan Shabbath, yang dalam konteksnya pasti berarti melayani Torah.

Orang-orang Nasrani tidak berbeda dalam hal yang esensial [pokok] dari mereka [yang berarti orang-orang Yahudi Orthodoks], karena mereka mempraktekkan kebiasaan dan doktrin yang ditentukan oleh Hukum Yahudi; kecuali bahwa mereka percaya kepada Meshiah. Mereka percaya pada kebangkitan orang mati, dan bahwa alam semesta diciptakan oleh Elohim. Mereka mengkhotbahkan bahwa Elohim itu esa, dan bahwa Yeshua ha’Mashiah adalah Putra-Nya ….
Mereka sangat terpelajar dalam bahasa Ibrani. Mereka membaca Undang-Undang ….
Oleh karena itu mereka berbeda … dari orang Kristen sejati karena mereka menggenapi [melakukan] sampai sekarang [seperti] upacara-upacara Yahudi seperti sunat, Shabbath, dan lain-lain.
[Bapa Gereja Epiphanius, “Menentang Heresies”, Panarion 29, 7, halaman 41,402]

Hari ini iman orang Nazarene [Nasrani] berada dalam masa pemulihan. Kita belum memiliki sinagoge [rumah ibadah], atau bahkan siddur kita sendiri. Sebagaimana Yahweh memimpin kita masing-masing untuk belajar kembali bahasa Ibrani dan pelayanan synagoge, marilah kita berhati-hati untuk tidak mengutuk diri kita sendiri. Mari kita edit keluar pasal 12 dari Amidah.

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give