Chapter 28:

Apa yang Akan Dipakai Yeshua?

This post is also available in: English Español

Artikel ini menggulingkan [menjungkirkan] studi-studi sebelumnya yang menyimpulkan bahwa keimamatan [kependetaan] seharusnya mengenakan seragam, berdasarkan informasi baru. Sementara kami selanjutnya harus memberikan artikel yang lebih lengkap, artikel ini akan menunjukkan mengapa keimamatan Melkisedek harus TIDAK mengenakan seragam.

Dalam “Pemerintahan Torah” tertera bagaimana Yeshua membentuk suatu keimamatan Melkisedek yang terpisah bagi umat-Nya. Keimamatan Melkisedek ini harus berdiri untuk keimamatan Lewi sampai ketertiban keimamatan Lewi dengan benar ditegakkan kembali setelah Pengumpulan didalam bersama-sama (Untuk lebih detail, silakan lihat studi “Pemerintahan Torah“.)

Sejak Yahweh memerintahkan peraturan [ketertiban] Lewi untuk mengenakan seragam, masuk akal bahwa peraturan [ketertiban] Melkisedek mungkin juga diperintahkan untuk mengenakan seragam. Namun, tidak ada bukti langsung tentang itu di dalam Kitab Suci.

Saya pikir saya telah menemukan referensi untuk seragam Melkisedek di dalam tulisan-tulisan sejarahwan Eusebius. Sekitar tahun 180 M ada kontroversi [perbedaan] tentang waktu Paskah yang disebut Kontroversi Quartodeciman. Ini adalah ketika Uskup Victor dari Roma menyatakan bahwa majelis tidak boleh lagi menentukan tanggal Paskah menurut Torah, tetapi bahwa mereka harus menentukan tanggal Paskah sesuai dengan matahari (sebagaimana Easter dihitung [perayaan musim semi equinox harus hari minggu]). Eusebius mencatat surat Polycrates kepada Bishop [Uskup] Victor, di mana dia mengatakan bahwa Rasul Yohanan [Yohanes] tertidur di Ephesus, dan bahwa dia mengenakan “lambang [gambar] yang berhubungan dengan kependetaan” sebagai bagian dari tugasnya.

Kami mengamati hari yang tepat; tidak menambahkan, atau mengurangi. Karena di Asia juga para pembesar pencerah telah tertidur, yang akan bangkit kembali pada hari kedatangan [cara itu/saat itu] Tuhan, ketika dia akan datang dengan kemuliaan dari surga, dan akan mencari semua orang kudus. Di antaranya adalah Filipus, salah satu dari dua belas rasul, yang tertidur di Hierapolis; dan dua putrinya yang masih perawan, dan seorang putri lainnya, yang hidup dalam Roh Kudus dan sekarang beristirahat di Ephesus; dan, lebih lagi, Yohanan, yang merupakan saksi dan pengajar, yang bersandar di atas dada Tuhan [sic], dan, sebagai seorang imam, yang mengenakan lambang [gambar] sakral. Dia tertidur di Ephesus. ”[Nicene dan Post-Nicene Fathers: Seri II | Volume I | Sejarah Gereja Eusebius | Book V]

Jika Rasul Yohanan mengenakan lambang sakral [yang berhunbungan dengan keimaman] di Ephesus, sepertinya ini hanya bisa menjadi bagian dari seragam Melkisedekia, karena Yohanan tidak pernah menjadi bagian dari tata cara [lambang] Lewi. Berdasarkan itu, saya mulai mengerjakan seragam Melkisedek. Namun, yang kemudian saya tidak tahu adalah bahwa Polycrates membuat beberapa kesalahan dalam sejarah-nya. Karena satu hal, Filipus yang tertidur di Hierapolis bukanlah Rasul Filipus, tetapi seorang penginjil bernama Filipus yang disebutkan dalam Kisah 6: 5 (dan di tempat lain).

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 6: 5
5 Dan perkataan itu menyenangkan seluruh kelompok. Dan mereka memilih Stephanos, seorang yang penuh dengan kepercayaan [keyakinan] dan Ruah ha’Qodesh [Roh Kudus], dan Philippos, dan Prokoros, dan Nikanor, dan Timon, dan Parmenas, dan Nikolaos, seorang proselit [orang yang masuk agama lain] dari Antiokeus,

Untuk hal lain, Yohanan yang tertidur di Ephesus mungkin bukan Rasul Yohanan, tetapi kerabat imam besar Lewi, yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 4: 5-6.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 4: 5-6
5 Dan itu terjadi, pada hari berikutnya, bahwa para pemimpin mereka dan para tua-tua dan para ahli kitab,
6 dan juga Hanan imam besar itu, dan Qayapha, dan Yohanan, dan Alexandros, dan juga ada banyak keturunan dari imam besar berkumpul bersama di Yerushalayim.

Kita tahu Yohanan dalam ayat 6 bukanlah Rasul Yohanan, karena Rasul Yohanan disebutkan dalam ayat 13.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 4: 13
13 Dan melihat keberanian Kepha dan Yohanan, dan mengetahui bahwa mereka adalah orang yang tidak terpelajar dan sederhana, mereka kagum. Dan mereka mengenal bahwa mereka [Kepha dan Yohanan] selalu ada bersama ישוע.

Eusebius juga mencatat bagaimana Papias mengatakan ada dua Yohanan yang tertidur di Ephesus, Rasul Yohanan (Kis. 4:13), dan Yohanan lainnya yang adalah Presbiter (Penatua) di Ephesus. Dalam ayat 4 itu adalah tulisan Papias, dan dalam ayat 5 dan 6 ini adalah komentar Eusebius, yang memberi tahu kita bahwa ada dua Yohanan yang tertidur di Ephesus (bukan hanya satu).

4 “Jika, kemudian, siapa pun yang datang, yang telah menjadi pengikut para penatua, saya mempertanyakannya sehubungan dengan kata-kata para penatua, -apa yang Andreas atau apa yang Petrus katakan, atau apa yang dikatakan oleh Filipus, atau oleh Thomas, atau oleh Yakobus, atau oleh Yohanes, atau oleh Matius, atau oleh yang lain dari para murid Tuhan, dan hal-hal apa yang Aristion dan Yohanes seorang anggota gereja Presbyter, para murid Tuhan, katakan. Karena saya tidak berpikir bahwa apa yang didapat dari buku-buku itu akan menguntungkan saya sebanyak apa yang berasal dari penghidupan dan suara kekekalan.
5 Patut dicermati di sini bahwa nama Yohanes dua kali disebutkan oleh dia. Yang pertama dia sebutkan sehubungan dengan Petrus dan Yakobus dan Matius dan para rasul lainnya, yang secara jelas berarti penginjil; tetapi Yohanes lainnya yang dia sebutkan setelah selang waktu tertentu, dan menempatkannya di antara yang lain di luar jumlah rasul-rasul, menempatkan Aristion sebelum dia, dan dia dengan jelas menyebut-nya sebagai presbyter [anggota gereja presbyter].
6 Ini menunjukkan bahwa pernyataan dari mereka itu benar, yang mengatakan bahwa ada dua orang di Asia yang memiliki nama yang sama, dan bahwa ada dua kuburan di Ephesus, masing-masing, bahkan sampai hari ini, si [jadi] disebut milik Yohanes. Hal ini penting untuk dicatat. Karena mungkin itu adalah yang kedua, jika seseorang tidak mau mengakui bahwa itu adalah yang pertama yang melihat Wahyu, yang masih ada di bawah nama Yohanes
SEJARAH GEREJA EUSEBIUS \ Buku Tiga \ Bab 39 – Tulisan-tulisan Papias \ section 4 \ – SEJARAH GEREJA EUSEBIUS \ Buku Tiga \ Bab 39 – Tulisan-tulisan Papias \ section 6 \

Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur mengatakan Eusebius salah, dan bahwa satu-satunya Yohanan [Yohanes] di Ephesus adalah Rasul Yohanan (putra Zebedeus). Jika mereka benar maka keimaman harus mengenakan seragam, karena Rasul Yohanan tidak memiliki persediaan keimaman, namun dia dicatat telah mengenakan “lambang sakral” (yang menunjukkan seragam).

Sudut pandang yang berlawanan diambil oleh para sarjana seperti Richard Bauckham, yang mengatakan kepada kita bahwa Yohanan Penatua berhubungan dengan imam besar dalam Kisah 6: 4-5, yang berarti dia adalah seorang imam Lewi, tetapi Polycrates keliru berasumsi bahwa kedua Yohanan adalah satu yang sama (sama seperti dia mengira Filipus dalam Kisah Para Rasul 6: 5 untuk Rasul Filipus). Jika kita mengambil sudut pandang ini maka keimaman tidak harus selalu mengenakan seragam (tetapi penentuan [ketetapan] harus dibuat pada faktor-faktor lain).

Hampir dua milenium kemudian tidak ada cara untuk membuktikan kedua sisi argumen, tetapi jika Polycrates salah mengasumsikan bahwa Rasul Yohanan dan Penatua Yohanan adalah orang yang sama padahal sebenarnya ada dua orang yang berbeda, maka tidak ada pendukungan untuk seragam keimaman Melkisedek dari yang dicatatkan sejarah, sama halnya juga tidak ada pendukungan untuk hal itu dari Kitab Suci (di luar tallit dan tzitziyot). Menariknya, sejarah bertepatan [bersamaan] dengan sudut pandang ini, mengatakan kepada kita seragam pertama untuk pendeta dan paduan suara tidak muncul sampai sekitar 400 tahun setelah Yeshua (setelah dimulainya era Romawi). Jadi jika tidak ada seragam sampai permulaan era Romawi, maka ini sepertinya menyarankan keimaman tidak boleh mengenakan seragam. Ini juga tampaknya mendukung tesis Bauckham [pernyataan atau teori untuk dipertahankan atau dibuktikan] bahwa ada dua Yohanan di Ephesus.

Pada zaman kuno, kebanyakan orang miskin, dan hanya memiliki sedikit pakaian. Sementara orang kaya mungkin memiliki banyak perubahan pakaian yang bagus, kebanyakan orang memiliki pakaian kerja yang mereka kenakan, dan pakaian kerja yang diganti. Ketika seseorang bertemu dengan Yahweh, seseorang akan mencuci dan mengeringkan satu pasang cadangan, dan kemudian menggantikannya setelah mandi.

Shemoth (Exodus) 19: 10-11
10 Dan יהוה berkata kepada Mosheh, “Pergilah kepada orang-orang itu dan kuduskanlah mereka hari ini dan besok. Dan mereka akan mencuci pakaian-pakaian mereka,
11 dan harus disiapkan pada hari ketiga. Karena pada hari ketiga יהוה akan turun di atas Gunung Sinai di depan mata semua orang-orang itu.

Sementara Yahweh memerintahkan suatu seragam bagi para imam Lewi, DIA tidak pernah menyuruh anak-anak Israel untuk mengenakan pakaian terbaik mereka bagi DIA. Sebaliknya, DIA memerintahkan mereka untuk menjadi bersih, baik di dalam maupun di luar. Ini karena Yahweh tidak dapat terlihat dengan mata manusia. DIA tidak peduli bagaimana kita melihat ke luar, tetapi lebih pada kondisi hati kita.

Shemu’el Aleph (1 Samuel) 16: 7
7 Tetapi יהוה berkata kepada Shemu’’el, “Janganlah melihat pada penampilan-nya atau pada ketinggian dari perawakan-nya, karena AKU telah menolak dia, karena bukan seperti yang manusia melihat, karena manusia melihat ke mata [penampilan luar], tetapi יהוה melihat ke hati.”

Kadang-kadang orang mengatakan mereka berdandan untuk Yahweh, tetapi sebenarnya mereka berdandan untuk satu sama lainnya. Ini bisa juga baik, sepertinya juga ingin menghargai diri sendiri dan tetangga kita, atau bisa juga negatif, mungkin dengan secara halus kita berpakaian untuk status. Tidak apa-apa untuk berpakaian sopan dan hormat, selama kita tidak menjadi mencolok atau mewah, tetapi berpakaian demi kesopanan dan kerendahan hati.

Timotiyos Aleph (1 Timotius) 2: 9-10
9 Demikian juga, bahwa para wanita berpakaian [berdandan] diri mereka sendiri dengan pantas [selaras], dengan kepatutan dan bijaksana [berakal sehat], bukan dengan mengepang [menjalin] rambut atau emas atau mutiara atau pakaian mahal,
10 tetapi dengan mengerjakan hal yang baik, yang menjadikan [membentuk] bagi para wanita berusaha menyembah Elohim.

Namun itu mudah untuk terjebak dalam berpakaian karena status, atau permainan status tentang berpakaian. Ya’aqob memperingatkan kita untuk tidak menunjukkan keberpihakan kepada mereka yang kaya dan berpakaian mewah, jangan sampai kita menjadi hakim dengan pikiran jahat.

Ya’aqob (Yakobus) 2: 1-4
1 Saudara-saudara-ku, janganlah berpegang kepercayaan Guru Besar kita ישוע ha’Mashiah, Guru Besar kehormatan itu, dengan sikap keberpihakan [ketimpangan]
2 Karena jika harus ada masuk ke dalam persekutuan-mu seorang yang menggunakan cincin emas, dengan jubah yang indah, dan harus ada juga masuk seorang miskin yang berpakaian compang camping,
3 dan kamu memberi perhatian kepada yang menggunakan jubah indah itu dan mengatakan kepada dia, “Kamu duduklah disini pada suatu tempat yang bagus,” dan mengatakan kepada yang miskin itu, “Kamu berdiri disana,” atau, “Duduklah disini di dekat kaki-ku,”
4 tidakkah kamu mendiskriminasi di antara kamu sendiri, dan menjadi hakim dengan pikiran-pikiran jahat?

Ironisnya, di banyak gereja-gereja etika itu ada bagi para pemimpin untuk mengenakan pakaian terindah, menetapkan diri mereka sebagai pemimpin oleh penampilan visual mereka. Mereka mungkin mengklaim bahwa ini tidak masalah, tetapi marilah kita bandingkan ini dengan Rasul Shaul, yang berpakaian kurang baik dalam kelaziman [wajar], tetapi kaya berpakaian didalam otoritas rohani.

Qorin’tiyim Aleph (1 Korintus) 4: 11
11 Sampai saat ini kami baik itu lapar dan haus, dan kami hampir tidak berpakaian, dan dipukuli [yang ditempa], dan tidak punya rumah,

Etika “mendandani untuk gereja” sangat actuil. Ini dimulai dengan penciptaan Spinning Jenny dan revolusi industri. Sebelum itu, para reformis Protestan yang awal secara khusus berbicara mendukung berpakaian sederhana, untuk menghindari makanan pada keinginan [nafsu] mata.

Yohanan Aleph (1 Yohanes) 2: 15-16
15 Janganlah mencintai dunia atau juga yang ada di dalam dunia itu. Jika siapa saja yang mencintai dunia itu, cinta Bapa itu tidak ada di dalam dia.
16 Karena semua yang ada di dalam dunia ini – kenafsuan daging, kenafsuan mata dan kebanggaan hidup – bukan berasal dari Bapa melainkan dari dunia.

Beberapa persekutuan-persekutuan [jemaah] ingin mendandani [berdandan], sementara yang lain tidak. Tidak ada salahnya dengan berpakaian dengan penuh hormat, selama kita mengingat tidak menghakimi orang lain dengan pakaian mereka. Yeshua sendiri tidak memiliki lemari pakaian, karena DIA tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Mattityahu (Matius) 8:20
20 Dan ישוע berkata kepada dia, “Rubah-rubah memiliki lubang dan burung-burung dilangit memiliki sarang, tetapi Ben [Anak] Manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Ada banyak hal lagi yang dapat dikatakan, tetapi apa yang telah kita lihat adalah bahwa sementara Yeshua membentuk keimamatan Melkisedek, tidak ada seragam yang khusus (di luar perintah tallit dan tzitzit). Aturan berpakaian untuk orang-orang harus bersih di dalam maupun di luar, dan memakai pakaian yang bersih. Meskipun itu baik dan bagus untuk berdandan, kita harus dapat mendengar siapa yang memiliki otoritas dalam Roh, daripada menghormati otoritas yang berasal dari pakaian yang bagus [indah].

[Untuk artikel terkait, silahkan lihat juga, Penutup Kepala dalam Kitab Suci.]

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give