Chapter 1:

Dari Adam Sampai Ishmael

Dalam buku ini, kami ingin menceritakan kisah anak laki-laki Yoseph yang lebih muda, seorang pria bernama Ephraim (“Eph-rai-eem”). Ironisnya, sementara kebanyakan dari mereka tidak mengetahui akan hal itu, banyak orang Kristen diturunkan dari Ephraim baik secara spiritual maupun fisik. Keturunan-nya disebut Ephraim, dan banyak nubuatan-nubuatan tentang Ephraim yang sedang digenapi saat ini. Begitu kita memahami nubuatan ini, berita harian lebih mudah dimengerti. Hal ini juga menjadi mungkin untuk mentaati Meshiah Yeshua itu (sering disebut Yesus) dengan cara itu tidak mungkin untuk menaati DIA, sebelum kita menyadari apa yang nubuatan tersebut katakan.

Buku ini ditulis sebagai sebuah studi. Sementara kami akan mencetak ulang bagian-bagian yang relevan di sini, kami harap saudara merasa bebas untuk memeriksa hal-hal ini di dalam Kitab Suci saudara sendiri, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Berea yang berbudi mulia itu.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 17: 10-12
10 Dan saudara-saudara itu dengan segera mengutus Sha’ul and Sila pada malam itu ke Beroia, yang [mereka], telah tiba, pergi ke persekutuan orang-orang Yahudi.
11 Sekarang mereka ini lebih berbudi mulia dari pada mereka yang berada di Thessalonike, mereka menerima Firman dengan keinginan yang besar, dan menyelidiki Kitab Suci setiap hari, bila mereka memang demikian.
12 Kemudian banyak dari mereka sungguh-sunguh percaya, dan juga tidak sedikit dari keturunan orang-orang Yunani [Yawanites], wanita-wanita terpandang begitu pula pria-prianya.

Meskipun Ephraim tidak muncul sampai menjelang akhir Kejadian, kita akan mulai dari awal, untuk membuat cerita lebih mudah diikuti. Seluruh kitab Kejadian juga dianggap nubuat, karena hal itu menetapkan pola yang berulang [diulang] di seluruh Kitab Suci. Salah satu pola seperti itu adalah bahwa Adam dan Hawwah bisa tinggal di tanah Sang Pencipta Yahweh selama mereka mematuhi perintah-perintah-Nya. Namun, ketika mereka tidak menaati perintah-perintah-Nya mereka diusir.

Bereshith (Kejadian) 3: 24
24 dan DIA mendorong manusia itu keluar. Dan DIA menempatkan kerubim [seperti malaikat/suci] pada timur taman Eden, dan sebuah pedang yang menyala yang mana berkeliling setiap jalan, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan itu [hai].

Kejatuhan Adam dan Hawwah dari kemurahan hati Yahweh (anugerah) membuat serangkaian peristiwa yang panjang, yang pada akhirnya akan menyebabkan keselamatan ditawarkan kepada seluruh umat manusia melalui Anak Yahweh, Yeshua. Kita akan melihat bagaimana Ephraim memainkan peran kunci dalam proses restoratif [yang menyembuhkan] ini, tapi pertama-tama kita perlu tahu lebih banyak tentang para leluhur.

Noah (Nuh) memiliki tiga putra, Shem, Ham, dan Yepheth (Yafet).

Bereshith (Kejadian) 3: 32
32 Dan Noah berumur lima ratus tahun, dan Noa mempunyai anak Shem, Ham, dan Yapheth.

Keturunan Shem memenuhi Timur Tengah, dan mereka juga menyebar ke timur dalam Asia, dan Amerika. Nama Shem di Strong’s PL: 8034, yang berarti nama, baik dalam arti sebutan (pengucapan), dan juga dalam arti kehormatan, reputasi, atau kemasyhuran seseorang.

PL: 8034 Shem (malu); sebuah kata primitif [mungkin lebih tepatnya dari PL: 7760 melalui gagasan tentang posisi ysng pasti dan mencolok, bandingkan PL:8064]; sebutan, sebagai tanda atau peringatan individualitas; dengan implikasi kehormatan, otoritas, karakter.

Keturunan Yepheth menyebar ke utara kedalam Eropa. Nama Yepheth pada Strong’s PL: 3315, dan ini mengacu pada perluasan.

PL: 3315 Yepheth (yeh’-feth); dari PL: 6601; ekspansi; Yepheth, anak Noah [Nuh]; juga keturunan-nya:

Sifat ekspansif [memperluas] Yepheth membantu untuk menjelaskan mengapa orang Kristen Eropa bersikap imperialistik. Sama brutalnya dengan imperialisme, kita akan melihat bahwa Yahweh menggunakan Yaphet untuk menyebarkan Kabar Baik keselamatan dalam Yeshua ke banyak negara lain (jadi Yahweh menggunakannya untuk selamanya).

Ham pertama pergi ke selatan, ke Afrika. Nama Ham (Kham) mengacu pada sesuatu yang panas, iklim tropis yang panas.

PL: 2526 Cham (khawm); sama seperti PL: 2525; panas (dari habitat tropis); Cham, anak Noah [Nuh]; juga (sebagai patronim [nama yang berasal dari ayah atau leluhur]) keturunan-nya atau negara-nya:

Dalam salah satu nubuatan jangkauan panjang [lama] di seluruh Kitab Suci, Noach menubuatkan bahwa anak-anak Yaphet (Eropa) suatu hari akan tinggal di tenda Shem, yaitu di Timur Tengah).

Dalam salah satu nubuat yang terdahulu [awal] di seluruh Kitab Suci, Noah menubuatkan bahwa anak-anak Yaphet (Eropa) suatu hari akan tinggal di tenda Shem, yaitu di Timur Tengah).

B’reshith (Kejadian) 9: 27
27 ‘’Biarlah Elohim memperluaskan Yapheth, dan membiarkannya tinggal di tenda-tenda Shem. Dan biarlah Kena’an menjadi pelayan-nya.’’

Kemudian kita akan melihat bahwa ketika ini terjadi, banyak anak-anak Ephraim akan kembali ke rumah pada waktu yang bersamaan, dalam kelompok besar bersama yang dinubuatkan oleh Yeshua Meshiah.

Mattithyahu (Matius) 8:11
11 “Dan AKU berkata kepada kamu bahwa banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk bersama Abraham, Yitshaq, dan Ya’aqob di dalam kerajaan shamayim.”

Sewaktu Noah telah menaati perintah Yahweh untuk membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan diri-nya dan keluarga-nya, Avram (kemudian Avraham) diperintahkan untuk meninggalkan rumah-nya dan rumah ayah-nya, meskipun ayah-nya masih hidup.

B’reishith (Kejadian) 12: 1-3
1 Dan יהוה telah berkata kepada Abram: “Pergilah kamu sendiri keluar dari negara-mu, dari keluarga-mu dan dari rumah ayah-mu, ke suatu tanah yang AKU tunjukkan kepada-mu.
2 ”Dan AKU akan membuat engkau suatu bangsa yang besar, dan memberkati engkau dan membuat nama-mu besar, dan engkau akan menjadi suatu berkat!.
3 “Dan AKU akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuki-mu. Dan di dalam engkau (yang berarti, dalam keturunan-mu), semua suku bangsa di muka bumi akan diberkati.”

Ketika Yahweh mengatakan kepada Avram bahwa “di dalam kamu semua keluarga di bumi akan diberkati,” DIA bermaksud supaya setiap keluarga di bumi pada akhirnya akan mewarisi beberapa DNA Avram. Jika kita menuang ember pewarna ke kolam renang, akhirnya pewarna itu akan menyebar ke seluruh bagian kolam. Kemudian kita akan melihat bahwa ada banyak “ember pewarna” semacam itu dalam sejarah, dengan orang-orang Israel yang disebarkan berkali-kali. Apa artinya ini bahwa karena semua umat manusia telah mewarisi beberapa genetika Avraham, semua umat manusia sekarang tunduk pada janji yang diberikan kepada Avraham (dan juga cucu-nya Ya’aqob).

Yahweh mengatakan kepada Avram bahwa dia akan memiliki pewaris yang berasal dari tubuh-nya sendiri.

B’reshith (Kejadian) 15: 4
4 Dan lihatlah, perkataan יהוה itu datang kepada-nya, mengatakan, “Orang ini bukanlah pewaris kamu, tertapi dia yang datang dari tubuh-mu sendiri adalah pewaris-mu.”

Namun sepuluh tahun kemudian, ketika istrinya Sarai (Sarah) belum hamil, dia membawa pelayannya Hagar orang Mesir ke Avram, untuk melahirkan seorang anak bagi-nya.

Bereshith (Kejadian) 16: 3-4
3 Dan Sarai, istri Abram, mengambil Hagar pelayan wanita-nya orang Mesir itu, dan memberi dia kepada suami-nya Abram menjadi istri-nya, sesudah Abram tinggal sepuluh tahun di tanah Kena’an.
4 Dan ia pergi ke Hagar, dan ia mengandung. Dan ketika ia melihat bahwa ia telah mengandung, tuan nyonya-nya dipandang rendah dalam pandangan-nya.

Bahwa Hagar adalah seorang Mesir berarti bahwa dia menyimpan salah satu kepercayaan yang dipraktikkan di Mesir pada saat itu. Setelah Hagar mengandung, dia membenci majikan-nya Sarai (Sarah), jadi Sarai memperlakukan-nya dengan kasar, dan dia melarikan diri. Kejadian 16: 7 mengatakan bahwa seorang utusan (malaikat) Yahweh menemukan Hagar di dekat mata air, yang merupakan simbol Roh. Utusan tersebut menyuruh Hagar untuk kembali dan tunduk kepada Sarai, yang melambangkan Israel. Ini memberi kita petunjuk (bahasa Ibrani: remez) bahwa orang-orang Muslim pada suatu hari juga akan menerima roh (melalui Meshiah Yeshua).

Bereshit (Kejadian) 16: 6-9
6 Dan Abram berkata kepada Sarai, ‘’Lihatlah, pelayan wanita-mu itu ada didalam tangan-mu, lakukanlah kepada dia apa yang baik dipandangan-mu.’’ Dan Sarai memperlakukan dia dengan kasar, dan dia melarikan diri dari hadapan-nya.
7 Dan Utusan יהוה menemukan dia pada sebuah mata-air di padang gurun, pada musim semi di jalan menuju Shur,
8 dan Ia berkata, ‘’Hagar, pelayan wanita Sarai, dari mana asalmu, dan kamu mau pergi kemana?’’ Dan dia menjawab, ‘’Aku melarikan diri dari hadapan Sarai, tuan nyonya-ku.’’
9 Dan Utusan יהוה itu berkata kepada dia, ‘’Kembalilah kepada tuan nyonya-mu, dan rendahkanlah diri-mu dibawah tangan-nya.’’

Hagar kemudian melahirkan seorang anak laki, Ishmael. Dia adalah ayah dari mereka yang nantinya akan menjadi orang-orang Muslim.

Bereshit (Kejadian) 16: 11
11 Dan Utusan יהוה itu berkata kepada dia, ‘’Lihatlah, kamu telah mengandung dan melahirkan seorang anak laki, dan akan disebut nama-nya Yishma’el, sebab יהוה telah mendengar penderitaan-mu.

Yahweh kemudian mengubah nama Abram menjadi Abraham, dan mengatakan kepada Abraham bahwa DIA akan memberikan tanah Kanaan kepada dia dan keturunan-nya (termasuk Ismail).

Bereshit (Kejadian) 17: 5-8
5 ‘’Dan tidak lagi nama-mu disebut Abram, tetapi nama-mu akan menjadi Abraham; sebab AKU akan menjadikan kamu seorang ayah dari banyak bangsa-bangsa.
6 ‘’Dan AKU akan membuat kamu berbuah (membawa hasil) sangat banyak, dan membuat bangsa-bangsa dari kamu, dan kerajaan-kerajaan akan datang dari kamu.
7 ‘’Dan AKU akan meneguhkan Perjanjian-KU antara AKU dan kamu dan benih-mu sesudah kamu didalam generasi-generasi mereka, untuk suatu Perjanjian yang kekal, menjadi Elohim bagi-mu dan benih-mu sesudah kamu.
8 ‘’Dan AKU akan memberikan kepada kamu dan benih-mu sebagai milik kamu tanah tempat kediaman-mu, seluruh tanah Kena’an, sebagai suatu milik yang kekal. Dan AKU akan menjadi Elohim mereka.”

Sekalipun, bilamana pada suatu hari Ishmael akan menerima Roh melalui Meshiah Yeshua, perjanjian itu akan datang melalui anak laki dari Sarah, Yitzhak (Ishak).

Bereshit (Kejadian) 17: 18-21
18 Dan Abraham berkata kepada Elohim, ‘’Oh, biarlah Yishma’el yang hidup dihadapan-MU!’’
19 Dan Elohim berkata: “Tidak!, Sarah istri-mu benar-benar mengandung seorang anak laki bagi-mu, dan kamu menamakan dia Yitzhaq. Dan AKU akan meneguhkan Perjanjian-KU dengan-nya bagi suatu Perjanjian yang kekal, dan dengan benih-nya setelah dia.
20 ”Dan untuk Yishma’el, AKU telah mendengarkan-mu. Lihatlah, AKU akan memberkati dia, dan akan membuat dia berbuah dan dengan besar berkembang-nya. Dia akan mendatangkan dua belas pangeran, dan AKU akan membuat-nya suatu bangsa yang besar.
21 ‘’Tetapi Perjanjian-KU AKU mendirikannya dengan Yitzhaq, yang Sarah lahirkan bagi-mu pada waktu ini yang ditetapkan tahun depan “

Saat Yitzhak disapih, Ishmael mengejeknya. Dalam konteks [yang berhubungan] dari warisan dan kerajaan, bagi anak yang lebih tua untuk membenci seorang anak laki-laki yang lebih muda dapat menyebabkan pembunuhan (atau aksi untuk dibunuh). Oleh karena itu Sarah menyuruh Abraham untuk mengusir Hagar dan Ishmael pergi.

Bereshit (Kejadian) 21: 9-10
9 Dan Sarah melihat anak Hagar orang Mesir itu, yang dia pernah lahirkan untuk Abraham, sedang mengejek.
10 Oleh karena itu ia berkata kepada Abraham, “Usirlah pelayan perempuan ini dan anak-nya, karena anak dari pelayan wanita ini tidak akan menjadi ahli waris dengan anak-ku, dengan Yitshaq.”

Meskipun Abraham sangat tidak senang, Yahweh berkata untuk memperhatikan suara Sarah, jadi dia menyuruh Hagar dan Ishmael pergi. Karena nama Ishmael yang berarti “Elohim akan mendengar,” Elohim mendengar tangisan Ishmael, dan menunjukkan Hagar sebuah sumur air (juga simbol dari air itu adalah Roh).

Bereshit (Kejadian) 21: 17-21
17 Dan Elohim mendengar suara anak itu, dan utusan Elohim itu memanggil Hagar dari shamayim, dan berkata kepada-nya, “Ada apa dengan kamu, Hagar? Janganlah takut, karena Elohim telah mendengar suara anak itu di mana dia.
18 ‘’Bangunlah, angkatlah anak itu dan gengdonglah dengan tangan-mu, karena AKU akan menjadikan dia suatu bangsa yang besar.”
19 Dan Elohim membuka mata-nya, dan dia melihat sebuah sumur air. Dan dia pergi dan mengisi kirbat itu dengan air, dan memberi anak itu minum.
20 Dan Elohim ada bersama anak itu, dan dia bertumbuh dan tinggal di padang gurun, dan menjadi seorang pemanah.
21 Dan dia berdiam di padang gurun Paran, dan ibu-nya mengambil seorang isteri bagi dia dari tanah Mesir.

Paran berada di Semenanjung Arab Saudi, di mana Mekkah dan Madinah berada, di sebelah selatan tanah Israel. Di sinilah Muhammad kemudian mendirikan Islam. (Dari Wikipedia.)

Ayat 21 mengatakan Hagar mengambil seorang istri untuk anak-nya dari Mesir (dari mana dia berasal, Kejadian 16: 3). Namun, daripada menyembah dewa-dewa Mesir, mungkin saja Hagar dan menantu-nya adalah orang-orang Hindu. Pedagang Hindu melakukan perjalanan rute perdagangan Silk Road [sebuah rute kafilah kuno yang menghubungkan Xian di China tengah dengan Mediterania timur] antara Mesir dan India, dan mereka mendirikan pusat ibadah kemanapun mereka pergi. Para ilmuwan Hindu mengatakan bahwa ada pusat pemujaan besar di Mekah, termasuk Hindu Shiva Lingham (batu hitam) yang sangat besar. Mereka berteori bahwa Ka’bah (batu hitam Muslim di Mekah) sebenarnya adalah pecahan batu asli Hindu Siwa Lingham yang disembah di Mekah sebelum bangkitnya Islam. Jika benar, ini akan menjelaskan banyak kesamaan antara Islam dan penyembahan Hindu Siwa Lingham.

Dalam studi Kitab Wahyu dan Akhir Zaman tertera bagaimana Islam dikaitkan dengan kuda hijau (pucat) di Kitab Wahyu. Namun, sebelum bangkitnya Islam, Ishmael berhubungan dengan kuda-kuda belang dari Zechariah 6, yang menuju ke selatan (yaitu padang gurun Paran).

Zekharyah (Zakharia) 6: 6
6 ‘’Yang satu dengan kuda hitam [imperialisme/Yahudi] yang keluar ke negara utara [Eropa, Yapheth/Ephraim], dan yang satunya putih [Kekristenan] telah pergi keluar sesudah mereka, dan yang satunya belang-belang [Esaw-Ishmail] telah keluar ke negara selatan.”

Kami menjelaskan lebih banyak tentang kuda-kuda dalam studi Kitab Wahyu dan Akhir Zaman, namun kita harus mencatat di sini bahwa Shiwa disebut “perusak.” Ini juga yang dimaksudkan Abaddon dan Apollyon (seperti yang disebutkan dalam Wahyu 9:11).

PB: 3 Abaddon (ab-ad-dohn ‘); asal Ibrani [PL: 11]; malaikat yang menghancurkan

PB: 623 Apolluon (ap-ol-loo’-ohn); partisipasi aktif PB: 622; perusak (yaitu Satan):

Dalam bab selanjutnya kita akan bertemu si kembar yang berhubungan dengan persaudaraan, Esaw dan Ya’aqob (Israel).

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give