Chapter 20:

Selamat Datang di Sabbath

Ini adalah berkat yang nyata bila membaca Kitab Suci, dan hal itu juga adalah suatu pujian yang nyata ketika seseorang membacanya. sekalipun, setiap orang kelihatannya mendapatkan hal-hal yang berbeda tentang Kitab Suci, dan hal itu dapat menyulitkan untuk menemukan kelompok yang sama percaya bagi anda. Jika anda tidak setuju dengan segala sesuatu yang kami katakan, maka kami masih ingin untuk mengenal anda, tetapi kami pikir kami seharusnya menempatkan suatu paket singkat bersama, sehingga anda dapat mengetahui bila anda percaya seperti kami.

Kami percaya Meshiah adalah teladan yang sempurna bagi kita , dan bahwa DIA telah memberikan contoh bagi kita untuk ditirukan. Kita semua tahu bahwa kita tidak akan pernah dapat melakukannya sempurna seperti DIA, tetapi kita yakini bahwa kita seharusnya dapat berusaha.

Qorintiyim Aleph (1 Korintus) 11: 1
1.Tirulah aku, sama seperti aku juga meniru Meshiah.

Memang sulit untuk hidup sesuai dengan standar yang sama dengan Meshiah dan yang dilakukan para rasulNya . Kita semua mempunyai masalah emosi, tetapi kami merasa penting berusaha untuk menirukan Kasih Meshiah kita bagi sesama kita. Dengan sungguh mencintai saudara-saudara kita adalah hal yang paling penting, tapi kami juga percaya bahwa ada beberapa hal yang khusus. Ketika Meshiah sewaktu bertemu dengan saudara-saudara dan saudari-Nya yang didalam rohani pada Sabat hari ketujuh, kita juga bertemu pada hari itu.

Luqas (Lukas) 4: 16-17
16 Dan IA datang ke Nazareth tempat IA dibesarkan. Dan seperti kebiasaan-Nya, IA pergi ke rumah ibadah pada hari Shabbath, dan berdiri untuk membacanya.
17 Dan gulungan tulisan dari nabi Yeshayahu diberikan kepadaNya, dan setelah membukanya gulangan itu, IA menemukan apa yang tertulis:

Banyak orang berpikir hari untuk beribadah diubah menjadi hari Minggu, tetapi kami tidak melihat hal itu di dalam Kitab Suci. Kami bersenang hati untuk berbicara tentang hal itu bilamana anda inginkan. Namun, apa yang kami lihat adalah bahwa kami memberitahukan untuk mengingatkan akan Shabbath hari ketujuh adalah sebagai hari beribadah dan beristirahat untuk selamanya, sepanjang perjalanan kembali pada waktu Pencipta kita Yahweh (“Yahuwa”) memberikan Sepuluh Perintah kepada Yisrael.

Shemoth/Keluaran 20: 8-11
8 “Ingatlah hari Shabbath, untuk tetap menguduskannya (qodesh).
9 enam hari lamanya kamu bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu,
10 tetapi hari ketujuh adalah Shabbath bagi Yahweh Elohimmu, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan – kamu, atau anak laki-lakimu, atau anak perempuanmu, atau hamba laki-laki mu, atau hamba perempuan mu, atau ternak mu, atau orang asing yang berada didalam gerbang mu.
11 Sebab selama enam hari Yahweh menjadikan shamayim dan bumi, laut, dan semua yang ada di dalamnya, dan beristirahat pada hari ketujuh. Oleh karena itu Yahweh memberkati (barak) hari Shabbath dan qodesh/menguduskannya.”

Anda mungkin akan mendengar bahwa kami menggunakan banyak nama-nama asli Ibrani. Kami suka menggunakan nama-nama asli Ibrani, terutama bagi sang Pencipta kita Yahweh. Kami suka kalau orang lain memanggil kami dengan nama kami yang sebenarnya, sehingga kami yakini juga bahwa itulah DIA, dan juga telah disarankan bahwa yang dimungkinkan dalam Perintah Ketiga memberitahukan kita untuk menggunakan nama aslinya, seperti kata “sia-sia” yang berarti sesuatu yang berbeda dalam bahasa Ibrani, lalu dirartikan dalam bahasa Inggris.

Shemoth/Keluaran 20: 7
7 “Kamu jangan bawa nama Yahweh Elohimmu untuk kesia-siaan, sebab Yahweh akan membinasakan yang menyebut Nama-Nya dengan kesia-siaan.”

Tentu saja kami tidak harus mengutuk, atau menggunakan nama Yahweh dalam cara yang negatif. Namun, dalam bahasa Ibrani perkataan “sia-sia” yang berarti sesuatu hal yang : “biarkan menjadi sunyi sepi, atau tidak terpakai.” Jadi ketika kita menggunakan pengganti nama Yahweh seperti “God” atau “Lord/Tuhan” berarti kita membiarkan Nama-Nya suatu kebohongan atau yang tidak terpakai lagi. Dalam bahasa Ibrani Namanya dieja הוהי. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana nama ini diucapkan dalam bahasa Inggris, tetapi kebanyakan para ahli menyetujui hal itu yang adalah sesuatu seperti “Yahweh,” Yahuweh, “atau” Yahuwah. “Kami percaya bahwa hal itu sangat penting untuk menghormati DIA dengan mencoba memanggil-Nya dengan nama-Nya , mengucapkannya sebaik mungkin.

Anda mungkin akan mendengar kami memanggil Meshiah dengan nama Ibrani-Nya, “Yeshua” atau “Yahushua”. Sementara beberapa orang ingin memanggil-Nya “Yesus,” karena kita tahu Namanya Yeshua atau Yahushua, kita merasa lebih baik untuk memanggil-Nya dengan nama aslinya sama seperti kita ingin dipanggil dengan nama asli kita. Saya tidak akan suka jika seseorang yang tahu nama saya, tapi menelepon saya menyebut nama yang lain, dan saya berani bertaruh andapun mungkin juga sama. Namun hal itu supaya anda mengetahui kebenarannya mengapa kami menggunakan nama-nama Ibrani.

Kami melihat hal itu juga adalah kebiasaan Rasul Shaul pergi ke rumah ibadah pada setiap hari Shabbath.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 13: 14-15
14 Tetapi ketika mereka berangkat dari Perge, mereka tiba di Antiokhia di Pisidia, dan pergi ke rumah ibadah/kebaktian pada hari Shabbath dan duduk.
15 Dan sesudah pembacaan Torah dan Kitab para nabi, para penguasa dari rumah ibadah mengirim kepada mereka, berkata : “saudara-saudara, jika kamu memiliki perkataan nasehat bagi orang-orang, silahkan bicara.”

Dalam rumah-rumah ibadah pada waktu Shaul itu, ada seorang “penguasa rumah ibadah” yang mana segala sesuatu dapat diorganisir dengan teratur, tetapi jika salah satu dari orang-orang (seperti Shaul) mempunyai sesuatu hal yang untuk disampaikan sebagai nasihat yang dapat membantu untuk meneguhkan dan menguatkan orang-orang, ia ingin mereka punya waktu untuk berbagi/sharing.

Hal ini juga menarik bahwa Shaul melanjutkan terus masuk ke rumah-rumah ibadah bertahun-tahun sesudah pelayanan Yeshua. Gereja Kristen mengajarkan bahwa Shaul pergi ke keliling untuk “membangun gereja-gereja,” dan bahwa satu-satunya alasan dia pernah pergi ke rumah-rumah ibadah adalah untuk meyakinkan orang-orang Yahudi untuk masuk Kristen, dan pergi ke gereja-gereja barunya. tetapi, bukan itu yang kami lihat yang tertulis dalam Kitab Suci. Sebaliknya, apa yang kami lihat adalah bahwa Shaul terus mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Yisra’el, dan ia mengatakan bahwa Elohim tidak pernah membuang umat-Nya yang dari semula DIA ketahui.

Romiyim (Roma) 11: 1-2
1 Lalu aku katakan, Apakah Elohim telah menolak umat-Nya ? Tentu tidak ! Karena aku juga adalah seorang Yisra’el, dari keturunan Abraham, dari suku Binyamin.
2 Elohim tidak pernah menolak umat-Nya yang dari semulanya DIA kenal. Tidak tahukah kamu apa yang Kitab Suci katakan dari Eliyahu, katanya : ”bagaimana ia yang mengakui bersama Yahweh menolak Yisra’el.”

Kebanyakan orang telah diajarkan bahwa Yahweh telah menolak umat-Nya, tetapi hal ini samasekali pengajaran yang tidak benar sesuai di Kitab Suci apa yang kami telah baca. Sewaktu kami membaca bahwa Shaul pernah mendirikan tempat yang terpisah untuk beribadah dimana ketika penguasa rumah ibadah di Korintus menolak untuk percaya kepada Yeshua, dan menentangnya. Shaul kemudian pergi dan mendirikan tempat persekutuan sementara disebelahan, di mana seorang pria bernama Justus tinggal. Tetapi kemudian penguasa sinagoga (Cirprus) dan keluarganya datang untuk mempercayai Yeshua sebagai Meshiah.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 18: 5-8
5 Ketika Sila dan Timotheos datang dari Makedonia, Sha’ul dipaksa oleh Ruah, dan sungguh-sungguh bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yeshua adalah Meshiah.
6 Akan tetapi ketika mereka menentangnya dan mengutuknya, ia mengebaskan pakaiannya dan berkata kepada mereka, “darahmu berada di atas kepalamu sendiri; dalam hal ini aku bersih. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.”
7 Dan setelah meninggalkannya ia datang ke rumah seorang laki-laki bernama Yustos, yang menyembah Elohim, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah ibadah.
8 Kemudian Krispus, kepala rumah ibadah itu, percaya kepada Yahweh dengan seisi rumahnya. Dan banyak orang-orang dari Korintus, mendengarnya, percaya dan mereka di tenggelamkan (dibaptis).

Hal itu tidak mengatakan apa yang akan terjadi kemudian, tetapi rupanya mereka semua kembali ke rumah ibadah (synagoge) seperti biasanya. Dan kita lihat bahwa Sha’ul melanjutkan terus untuk berbicara dengan saudaranya orang-orang Yahudi sampai saat yang terakhir, yang mengatakan ia tidak melakukan apa-apa untuk menentang terhadap orang-orangnya baik (Yahudi), atau menentang terhadap adat istiadat Yahudi.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 28: 17-18
17 Dan terjadilah setelah tiga hari bahwa Sha’ul disebut pemimpin bersama orang-orang Yahudi. dan bila mereka datang bersama-sama, ia berkata kepada mereka: “saudara-saudara, bagaimanapun juga aku telah melakukan nihil (nol) terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, aku dikirim sebagai tahanan dari Yerushalayim ke tangan orang-orang Romawi ….”
18 yang bilamana mereka telah memeriksaku yang dimaksudkan untuk membiarkan aku pergi sebab tidak terdapat kesalahan untuk menghukumku mati.

Orang-orang Yahudi tidak melihat Sha’ul sebagai seseorang yang datang untuk mengubah/menempatkan kembali bangsa Yisra’el dan adat istiadatnya, tetapi hanya sebagai anggota dari aliran/”sekte” (atau bagian) dari bangsa Yisra’el.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 28: 21-22
21 Dan mereka berkata kepadanya, “Kami tidak ada menerima surat dari Yahudah tentang anda, juga tidak ada seorangpu dari saudara-saudara yang datang melaporkan atau membicarakan kejahatan apapun tentang anda.
22 Dan kami pikir hal itu benar untuk mendengarkan dari anda tentang apa yang anda pikirkan, sebab sungguh mengenai sekte/aliran ini, kami tahu bahwa hal itu dibicarakan dimana-mana.”

Kata “sekte”/aliran memiliki konotasi yang buruk saat ini, tetapi hanya mengacu pada “golongan” (“bagian”) dari sesuatu. Sebagai contoh, Katolik, Protestan, Kristen Ortodoks Yunani dan Pentakosta semuanya ini adalah aliran atau “sekte-sekte” didalam Kekristenan; sedangkan dalam Yudaisme modern ada pula beberapa sekte/aliran yang berbeda :

  1. Orthodox Judaism (Pharisi)
  2. Konservatif Judaism
  3. Reform Judaism
  4. Karaite Judaism (Sadduki)

Didalam abad pertama, ini adalah sekte-sekte yang menonjol dikalangan Yahudi :

  1. Sekte/aliran Pharisi (Orthodox)
  2. Sekte/aliran Sadduki (Karaites)
  3. Sekte/aliran Essene
  4. Sekte/aliran Nazarene/Nasarani (yang percaya Yeshua adalah Meshiah)

Orang-orang Pharisi mengidentifikasikan Sha’ul sebagai tokoh dari sekte/aliran (bagian) dari Nazarene/Nasrani.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 24: 5
5 “Karena kami mendapatkan orang ini sebagai sumber pertikaian, yang menghasut perselisihan diantara semua orang-orang Yahudi di seluruh dunia, dan ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.”

Perhatikanlah bahwa Sha’ul tidak menyangkal yang dia adalah seorang Nasrani/ Nazarene. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa sementara orang-orang Farisi disebut Nazarene “cara” dari suatu kehidupan “sekte” (KJV: “sesat”), dia masih percaya segala sesuatu yang ditulis di dalam Torah (Hukum Musa), dan para nabi.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 24:14
14 “Dan hal ini aku menyatakan kepadamu, bahwa menurut Jalan yang mereka sebut sekte (KJV: sesat), sehingga aku menyembah Elohim nenek moyangku , percaya semua hal yang tertulis dalam Torah dan kitab para nabi.”

Sha’ul tidak pernah menyebut dirinya seorang Kristen, atau “Israel yang rohani.” Sebaliknya, ia terus menganggap dirinya sebagai bagian dari bangsa Yisra’el. Semua para rasul-rasul adalah hanya orang Yisra’el yang telah menerima Yeshua sebagai Meshiah mereka. Mereka tetap terus melakukan/merayakan Shabbath hari ketujuh, dan perayaan-perayaan/festival Yisra’el semula yang tercantum di Kitab Suci. Hal ini karena Meshiah telah mengatakan jangan kamu pikir bahwa AKU datang untuk meniadakan bagian-bagian dari Torah (Hukum), atau dengan salah satu nubuatan bagi Yisra’el, tetapi hanya untuk memenuhi/menggenapi sebagian dari nubuat-nubuat.

Mattityahu (Matius) 5: 17-19
17 “Janganlah berpikir bahwa AKU datang untuk meniadakan Torah atau kitab para nabi. AKU tidak datang untuk menghilangkan melainkan untuk menggenapinya (yaitu, melengkapi).
18 Karena sungguh AKU katakan kepadamu, sampai shamayim/langit dan bumi berlalu, satu yod atau satu titik tidak akan ada yang terhilang dari Torah, sebelum semuanya digenapi.
19 Oleh karena itu barangsiapa yang merubah salah satu dari perintah-perintah ini, dan mengajarkan orang-orang demikian, maka akan disebut yang paling terkecil di dalam Kerajaan Shamayim, tetapi siapa saja yang melakukan dan mengajarkan kepada mereka, ia akan disebut besar di dalam Kerajaan Shamayim.

Kadangkala orang-orang Kristen mengatakan bahwa meskipun Meshiah mengatakan jangan berpikir IA datang untuk menyingkirkan Torah atau Kitab para nabi, bahwa sesungguhnya DIA datang untuk menyingkirkan mereka. Kami beritahukan hal ini sebab IA berkata bahwa IA datang untuk memenuhi/menggenapi sebagian dari nubuat. Tetapi misalnya anda dalam pernikahan, dan pernikahan anda diselesaikan, apakah itu berarti pernikahan anda sekarang telah berakhir?

Berbeda dengan apa yang dikatakan Sha’ul, Kekristen mengajarkan bahwa Torah dan Kitab para nabi sudah diselesaikan. Keyakinan ini pertama muncul dalam Markus 9:38.

Marqos (Markus) 9: 38-41
38 Dan Yohanan (Yohanes) berkata kepada DIA, “Guru, kami melihat seseorang yang tidak mengikuti kita mengusir setan-setan dalam Nama-MU, lalu kami cegah orang itu, karena ia tidak mengikuti kita.”
39 Tetapi Yeshua berkata, “Janganlah melarang dia, karena tidak ada orang yang melakukan keajaiban dalam Nama-KU sesudah itu dapat berkata jahat tentang AKU.
40 Karena ia yang tidak melawan kita adalah untuk kita.
41 Sebab barangsiapa memberikan kamu secangkir air untuk diminum dalam Nama-KU, karena kamu adalah milik Meshiah, Sesungguhnya AKU berkata kepadamu, ia akan sama sekali tidak kehilangan upahnya.”

Ungkapan “tidak mengikuti kita” berarti bahwa mereka tidak percaya hal yang sama seperti yang mana Meshiah oleh karena itu para rasulNya percaya. Artinya, mereka tidak percaya apa yang Yeshua telah katakan, janganlah berpikir bahwa IA telah datang untuk menyingkirkan Torah dan Kitab para nabi; oleh karena itu bahwa kalau kita meniadakan bagian terkecil dari Torah (Hukum Musa), kita akan dianggap yang paling terkecil di dalam Kerajaan Shamayim/Sorga.

Namun, orang tidak menyukai hukum/peraturan, bahkan itu sekalipun datangnya dari Yahweh. Kebanyakan orang merasa lebih mudah untuk menerima pendapat, bahwa mereka bisa mendapatkan kehidupan kekal tapi tidak perlu mematuhi hukum/peraturan, daripada bila mereka harus melakukan peraturan/hukum untuk ditaati. Untuk alasan inilah Kekristenan tumbuh lebih cepat daripada kepercayaan semula/asli dari orang-orang Yisra’el Nazarene/Nasrani ; oleh karena itu mengapa Yeshua telah memberitahu kita bahwa bilamana DIA datang kembali akan ada “banyak” yang melakukan hal-hal yang ajaib untuk DIA, tetapi tidak mempertahankan Torah.

Mattityahu (Matius) 7: 21-23
21 “Tidak semua orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, ‘akan masuk ke dalam Kerajaan Shamayim/Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-KU yang di shamayim/sorga.
22 banyak orang akan berseru kepada-KU pada hari itu, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat dalam namaMU, dan mengusir setan-setan dalam Nama-MU, oleh karena itu dan banyak melakukan mujizat dalam Nama-MU? ”
23 Dan kemudian AKU akan menyatakan kepada mereka, “AKU tidak pernah mengenal kamu; pergilah dari KU, kamu sekalian pelanggar Hukum (tidak berjalan dalam Perintah-KU/Torah) !’’

Kata Yunani untuk “pelanggaran hukum” adalah “a-nomia,” yang secara harfiah berarti, “tanpa hukum Torah” (Mosheh). Kita tahu ini hanya bisa merujuk pada orang-orang Kristen, karena hanya orang-orang Kristen adalah “banyak,” yang menyebut DIA “Tuhan,” dan yang bernubuat dalam Nama-Nya, dan mengusir setan-setan dalam Nama-Nya, dan melakukan banyak keajaiban dalam Nama-Nya. Jadi berarti, meskipun kasih adalah hal yang paling penting, tapi Yeshua telah memberitahu kita bahwa kalau kita ingin menunjukkan kepada-Nya bahwa kita mengasihi DIA dalam kebenaran, maka kita perlu menjaga/mentaati perintah-perintah-Nya.

Yohanan (Yohanes) 14:15-16
15 “Jika kamu mengasihi AKU, kamu harus mempertahankan Perintah-perintah-KU.”
16 Dan AKU akan meminta kepada Bapa, dan IA akan memberimu Penolong yang lain untuk tinggal bersamamu selamanya.

Salah satu rahasia yang besar dari Kitab Suci adalah orang-orang yang mengikuti Meshiah adalah benar-benar bagian dari suku-suku Yisra’el yang terhilang, yang dipanggil kembali untuk menjadi bangsa yang dikerjakan oleh Roh-Nya. Awalnya ada dua belas suku di Yisra’el, tetapi setelah pemerintahan Raja Dawid dan Salomo, sepuluh suku utara memisahkan diri, dan mulai melakukan ibadah yang salah (1 Raja-raja 11-12). Berbagai nubuatan mengatakan bahwa Yahweh akan menyebarkan suku-suku ini yang terhilang selama ribuan tahun, dan akan membawa mereka kembali ke dalam bangsa Yisra’el pada akhir zaman. Suku-suku ini yang terhilang disebut umat YiIsra’el (atau Ephraim).

Mattityahu (Matius) 15:24
24 Dan DIA menjawab, berkata, “AKU diutus hanya kepada domba-domba-KU yang terhilang dari umat Yisra’el.”

Apakah mereka menyadarinya atau tidak, mereka yang mengikuti Meshiah dan berusaha untuk mematuhi perintah-perintah-Nya adalah dari domba yang terhilang dari umat Yisra’el (Ephraim). Hal ini juga mengapa para rasul menulis kepada suku-suku yang terhilang.

Ya’aqob (James) 1: 1
1 Ya’aqob (James), seorang hamba Yahweh dari Adon/Tuan Yeshua ha’Mashiah, kepada dua belas suku yang tersebar diluar : Salam.

Mengingat bahwa suku-suku yang “terserak keluar” membuat Penyebaran, kita lihat bahwa Kepha (Petrus) juga menulis untuk suku-suku Yisra’el yang terhilang.

Kepha Aleph (1 Petrus) 1: 1
1 Kepha utusan Yeshua ha’Mashiah, kepada yang terpilih, orang-orang asing yang tersebar di Pontus, Galatia, Kappadokia, Asia, dan Bithunia,

Jadi jika Meshiah mengatakan bahwa DIA hanya dikirim dalam perjalanannya yang pertama untuk domba yang terhilang dari umat-Nya di bagian utara Yisra’el (Ephraim), dan jika para rasul menulis kepada suku-suku yang terhilang, maka hal ini juga ingin dijelaskan mengapa tidak ada gerbang bagi orang Kristen di Yerusalem Baru, tetapi hanya untuk dua belas suku bani Yisra’el.

Hazon (Wahyu) 21:12
12 dan juga memiliki tembok besar dan tinggi dengan dua belas pintu gerbang, dan dua belas para malaikat di pintu gerbang itu, dan nama-nama yang tertulis di atasnya, yang adalah nama-nama kedua belas suku Yisra’el ….

Dalam Kisah Para Rasul 11, banyak “orang bukan Yahudi” yang diberi karunia Roh, dan dalam Kisah Para Rasul Pasal 15 para rasul memperdebatkan bagaimana suku-suku yang terhilang ini bisa datang ke rumah-rumah ibadah/synagoge, dan mempelajari lebih lanjut tentang Torah. Hal ini mengatur bahwa mereka bisa mulai masuk ke rumah-rumah ibadah/synagoge kalau mereka ingin menjauhkan diri dari empat hal : penyembahan berhala, percabulan, daging dari hewan yang dicekik, dan darah.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 15: 19-21
19 “Oleh karena itu aku menilai bahwa kita tidak boleh menyulitkan mereka dari bangsa-bangsa lain yang beralih ke Elohim,
20 tetapi kita menulis kepada mereka untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang tercemar oleh berhala, dari percabulan, dari hewan yang dicekik, dan dari darah.
21 Karena dari generasi-generasi dahulukala Mosheh (Musa) mempunyai di setiap kota yang memberitakan dia, yang dibacakan di rumah-rumah ibadah/synagoge setiap hari Shabbath.”

Yahweh mengatakan kepada kita janganlah menambahkan pada Hukum/Perintah-Perintah NYA, atau mengurangi/membuangnya.

Devarim (Ulangan) 12:32
32 “Semua Perkataan yang AKU perintahkan kepadamu, perhatikanlah untuk dilakukannya, janganlah ditambahkannya atau dikurangi/dibuangnya.”

Devarim (Ulangan) 4:2
2 ‘’Janganlah menambah pada Perkataan yang AKU perintahkan kepadamu, dan jangan membuang dari nya, sehingga untuk menjaga Perintah-Perintah Yahweh Elohimmu yangmana AKU perintahkan kepadamu.

Bahkan para rasul tidak juga mempunya kewenangan untuk menambahkan atau mengambil sesuatu dari hukum-hukum/perintah Bapa (misalnya yang sehubungan dengan ibadah), tetapi para rasul tidak mengarang sesuatu yang baru. Mereka hanya menyimpulkan beberapa bagian yang penting dari Torah bagi mereka yang baru. Itulah sebabnya Ya’aqob menetapkan bahwa Mosheh telah memiliki banyak orang yang “memberitakan dia” (yaitu, membaca dari Torah dan Kitab para nabi) setiap Shabbath di rumah-rumah ibadah/synagoge sejak zaman dahulu. Kalau orang-orang yang baru percaya cukup menjaga empat dasar-dasar ini, maka mereka bisa datang ke persekutuan-persekutuan dan mempelajarinya lebih lanjut.

Jadi idenya adalah bahwa mereka yang sudah memiliki Roh-Nya dapat masuk ke dalam persekutuan-persekutuan dan belajar lebih banyak dari Torah, Kitab para nabi dan tulisan-tulisan para rasul jika mereka menjauhkan diri dari penyembahan berhala, perbuatan seksual yang amoral, dari daging hewan yang telah dicekik, dan dari darah . Ada berbagai penafsiran seperti apa maksudnya dari hal-hal ini, tetapi salah satu yang tampaknya menjadi permasalahan terbesar di zaman modern ini adalah perbuatan seksual yang amoral. Kami memahami perjanjian ikatan perkawinan yang suci, dan bahwa itu dimaksudkan untuk menjadi persatuan seumur hidup antara seorang pria dan istrinya. Menurut Kitab Suci, segala jenis seks di luar kesatuan seumur hidup antara seorang pria dan istrinya, atau segala jenis perceraian yang salah adalah cabul.

Mattityahu (Matius) 5: 31-32
31 “Dan telah dikatakan,” Siapa yang menceraikan isterinya, biarlah ia memberikannya surat cerai.”
32 Tetapi AKU berkata kepadamu bahwa barang siapa menceraikan istrinya dengan alasan apapun kecuali perbuatan seksual yang amoral menyebabkan dia berzinah, dan siapa menikahi wanita yang diceraikan melakukan perzinahan.”

Pernikahan adalah lembaga yang suci. Dalam penelitian yang lain kami menunjukkan bahwa jika seorang wanita yang telah dicerei karena perzinahan lalu dinikahi kembali, maka perjanjian antara dirinya dan suaminya rusak, dan dia(pria) tidak lagi bertanggung jawab atas dirinya(wanita). Namun, jika wanita itu tidak menikah lagi, meskipun ia(pria) mungkin membiarkan wanita itu pergi (menceraikannya) kalau dia berbuat sexual amoral, dia terus menjadi istrinya, dan dia(pria) harus berdoa bagi wanita itu sepanjang hidupnya(pria). Tujuannya itu adalah agar mereka dikembalikan ke perkawinan yang sehat dan bahagia, kedua-duanya untuk demi sumpah mereka sendiri di hadapan Yahweh, demi anak-anak mereka yang dimiliki, dan untuk kepentingan masyarakat.

Persoalan perceraian dan pernikahan sangat kompleks, dan itu bisa sangat emosional yang menyakitkan bagi sebagian orang. Tujuan kami bukan untuk menghakimi siapa pun, tetapi untuk membantu mengajar kepada standar Yahweh, sehingga mereka yang ingin melakukan hal yang benar di hadapan Yahweh dapat melakukannya, dan juga agar generasi berikutnya dapat dibawa kepada jalan yang benar yang mereka harus jalani. Jika anda sudah bercerai dan telah menikah lagi, dan kemudian percaya kepada Meshiah, kadangkala ada yang mana anda perlu “tetap tinggal dalam panggilan yang anda dipanggil.”

Qorintiyim Aleph (1 Korintus) 7:20
20 Biarlah masing-masing tetap tinggal dalam panggilan yang sama di mana ia dipanggil.

Kami memahami bahwa hubungan dapat menjadi kompleks. Hal ini tidak selalu membantu untuk menyelesaikan pernikahan yang ada, dan mencoba untuk kembali dan menciptakan kembali yang lama, terutama jika salah satu pasangan lama tidak beriman. Jika situasi anda sulit, kami dapat membantu anda untuk memahami apa firman Yahweh katakan mengenai hal ini. Kami tidak akan meminta anda untuk percaya sesuatu hanya karena kami mengatakan itu. Sebaliknya, apa yang kami inginkan adalah supaya dipelajari hal-hal ini untuk diri sendiri, dan biarkanlah Firman Yahweh yang membawa dan memimpin anda secara langsung.
Kami percaya tidak ada yang memiliki otoritas sebagai Perkataan dari Bapa dan Putra, atau kata-kata para nabi (saat mereka mengucapkan kata-kata Elohim). Hal ini karena Perkataan Elohim yang lebih tinggi daripada perkataan manusia.

Kami berharap anda dapat menempatkan yang terutama Firman Bapa didalam hidup anda, dan yang anda ingin menyenangkan kepada kami pertanyaan-pertanyaan tentang bagian dari kepercayaan kami yang tidak masuk akal bagi anda. Kami senang untuk mempelajari berbagai hal bersama-sama, seperti murid yang mempelajari Firman-Nya.

Silahkan merasa bebas untuk membawa hidangan bila anda datang ke pertemuan kami, seperti berbagi makanan (“memecahkan roti”) adalah kebiasaan orang Yisra’el dahulukala dan ramah-tamah. Namun, kami meminta anda untuk membawa makanan yang sesuai dengan hukum makanan bersih Imamat 11. Semua daging harus berasal dari “bersih” binatang (hewan yang memiliki kuku terbelah, dan yang memamah biak). Contohnya termasuk daging sapi, domba, dan kambing. Burung tidak boleh burung pemangsa (burung yang memakan burung lain), tapi ayam, kalkun, bebek, dan ayam permainan semua baik). Ikan harus memiliki kedua sirip dan sisik (misalnya, salmon, semacam ikan pecak, cod, ikan forel). Ikan hiu dan lele tidak memiliki sisik, juga udang dan lobster tidak memiliki sirip dan sisik. Kami juga mencoba untuk makan sebersih mungkin. Makanan tidak harus organik, tapi tolong bersandar ke arah yang sehat (boleh dikatakan).

Jika semua yang masuk akal bagi anda, kami akan sangat diberkati untuk bergabung dengan anda pada hari Shabbath. Kami suka menghabiskan waktu dengan teman-teman kami, dan membaca serta mempelajari Kitab Suci.

Biarlah Yahweh memberkati anda dan keluarga anda,
Didalam Nama Yeshua, Amen.

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give