Chapter 5:

Jelai Gandum Aviv dan Awal [Kepala] dari Tahun

This post is also available in: English Español Deutsch Français

Begitu kita tahu bagaimana menentukan Bulan Baru, selanjutnya kita perlu tahu bagaimana YHWH ingin kita menentukan permulaan (atau ‘Kepala’) dari Tahun. Untuk melakukan hal ini, mari kita lihat Kitab Keluaran, karena inilah dimana  YHWH memberitahu kita kapan DIA menginginkan Kepala [Permulaan dari Tahun itu.

Dalam Keluaran 9: 31-32, YHWH mendatangkan bencana hujan es turun di Negeri Mesir. Biji rami [tanaman herba] dan jelai gandum menjadi rusak (‘terpukul’) oleh hujan es, karena lagi berada dalam tahap berkembang yang maju.

Shemoth (Keluaran) 9:31-32
31 Dan tanaman rami [herbal] dan jelai gandum [sereal keras] itu terhantam, karena jelai gandum itu berada di atas [bagian kepala] (Aviv) dan rami itu berada pada tunas.
32 Tetapi gandum itu dan spelt [jenis gandum tua] itu tidak dihantam, karena panennya terlambat.
(31) וְהַפִּשְׁתָּה וְהַשְּׂעֹרָה נֻכָּתָה | כִּי הַשְּׂעֹרָה אָבִיב וְהַפִּשְׁתָּה גִּבְעֹל: (32) וְהַחִטָּה וְהַכֻּסֶּמֶת לֹא נֻכּוּ | כִּי אֲפִילֹת הֵנָּה

Versi King James mengatakan kepada kita bahwa jelai gandum itu dipukul karena berada dalam keadaan matang di mana itu berada “di bagian kepala”. Kata Ibrani untuk ini adalah ‘Aviv’ (אָבִיב).

Segera setelah jelai gandum Aviv itu dipukul, YHWH memberi tahu Mosheh dan Aharon bahwa “bulan ini adalah kepala [awal] dari bulan-bulan bagi kamu; Ini adalah bulan pertama dari tahun itu bagi kamu. “Ini memberitahu kita bahwa bulan pertama tahun terjadi tepat setelah jelai gandum di Tanah Israel menjadi Aviv.

Shemoth (Keluaran) 12: 1-2
1 Dan יהוה berbicara kepada Mosheh dan kepada Aharon di tanah Mitsrayim (Mesir), berkata,
2 “Bulan ini adalah permulaan dari bulan-bulan bagi kamu, itu adalah awal bulan (bulan pertama) dari tahun bagi kamu.
(2) הַחֹדֶשׁ הַזֶּה לָכֶם רֹאשׁ חֳדָשִׁים | רִאשׁוֹן הוּא לָכֶם לְחָדְשֵׁי הַשָּׁנָה

Seperti Hari Bulan Baru, penentuan Kepala Tahun sangat penting. Kepala Tahun harus ditentukan dengan benar, kalau tidak semua bulan-bulan lainnya (dan semua hari-hari perayaan itu) akan padam, dan kita tidak akan bisa bertemu dengan tunangan kita saat DIA menginginkan kita berada di sana. Karena itu, marilah kita belajar lebih banyak tentang jelai ‘Aviv’ yang sebenarnya, sehingga ikita bisa yakin kita menyatakan Kepala Tahun di bulan yang tepat.

Sebelum sereal rumput bertunas, tangkainya pada umumnya masih lentur dan lembut. Karena lembut, bisa terkena pukulan langsung dari hujan es tanpa dihancurkan. Namun, sama seperti manusia, karena rumput sereal bertambah tua dan mulai menghasilkan buah, itu menjadi lebih kering, dan menjadi lebih rapuh, dan dengan demikian lebih mudah rusak.

Meskipun pertanian modern menggunakan istilah yang berbeda, untuk tujuan kita, jelai gandum dan rumput sereal lainnya dapat diperkirakan melewati tahap pertumbuhan berikut:

  1. Tahap Vegetatif [stek] (pertumbuhan);
  2. Tahap Bertunas dand Berbunga (‘kapas’);
  3. Tahap Pembentukan Biji [kulit] bibit;
  4. Tahap Bersusu;
  5. Tahap Adonan Lunak (‘Aviv’);
  6. Tahap Adonan Keras (‘Carmel’);
  7. Matang sekali.

Setelah berbunga, jelai membentuk biji polong, yang segera terisi dengan cairan susu. Cairan ini perlahan menjadi lebih keras dan lebih substantif, sampai akhirnya menjadi lebih padat dibanding cairan. Begitu isi benih polong telah dipadatkan sampai-sampai itu menyerupai adonan roti, jelai telah mencapai tahap di mana perkembangannya dapat dianggap sebagai “di telinga” (אָבִיב), karena perkembangan utama tanaman sekarang terjadi di telinga buah.

Karena aviv jelai memiliki konsistensi [kekentalan] seperti adonan yang lembut, tetap tidak keras (atau kukuh) seperti saat mau matang. Jelai Aviv masih perlu untuk bertumbuh pada tangkai setidaknya dua minggu sebelum dipanen untuk penyimpanan jangka panjang, atau digunakan sebagai Persembahan Berkas Ayunan. Namun, meskipun itu masih terlalu lembab [basah] untuk dimasukkan ke dalam penyimpanan jangka panjang tanpa mengeringkannya terlebih dahulu, jelai Aviv cukup kuat sehingga orang bisa membuat makannan darinya jika orang memanggangnya dengan api kecil, sebuah proses yang dikenal sebagai ‘panggang ‘Memanggang menggerakkan kelembaban dari gabah yang belum matang, dan membuatnya cukup sulit sehingga bisa pecah, atau digiling menjadi tepung. Butir-butir panggang disebut dalam Imamat 23:14, Yosua 5:11, 1 Samuel 17:17, 1 Samuel 25:18, dan Imamat 2:14. Imamat 2:14 menunjukkan bahwa biji-bijian yang dipanggang bahkan cukup penting untuk dijadikan sebagai persembahan buah sulung.

Wayyiqra (Imamat) 2: 14
14 ‘Dan jika kamu membawa persembahan biji-bijian [benih] dari buah-buahan sulung-mu kepada יהוה, bawalah untuk persembahan biji-bijian dari buah-buahan sulung-mu pentolan [bungkul] hijau dari biji-bijian [biji-bijian Aviv] yang dipanggang dengan api, pentolan biji-bijian yang baru yang ditumbuk.
(14) וְאִם תַּקְרִיב מִנְחַת בִּכּוּרִים לַיהוָה | אָבִיב קָלוּי בָּאֵשׁ גֶּרֶשׂ כַּרְמֶל תַּקְרִיב אֵת מִנְחַת בִּכּוּרֶיךָ

Di bab selanjutnya kita akan melihat mengapa Aviv harus diumumkan saat guncangan menyeluruh pertama dari gandum jelai di Tanah Israel adalah Aviv, tapi pertama-tama kita harus menjelaskan bahwa istilah ‘Aviv’ tidak dianggap sebagai nama bulan yang benar, sebagaimana yang digunakan pada kalender Yahudi Ortodoks.

Orang-orang Yahudi mulai menyebut nama itu beberapa bulan kemudian ketika mereka pergi ke pembuangan ke Babel. Sekarang, bahkan penyebutan bulan-bulan sesuai dengan jumlah nomor urutan mereka, orang-orang Yahudi menyebut bulan demi bulan dengan nama (Nisan, Iyar, Sivan, dan lain-lain). Sebagian besar dari nama-nama ini memiliki asal-usul pagan Babylonia, dan nama-nama ini sering tercatat dalam Kitab Suci.

Hadassah (Esther) 8: 9
9 Maka juru tulis raja itu dipanggil pada waktu itu, pada bulan ketiga, yang mana bulan itu Siwan, pada hari ke dua puluh tiga. Dan itu ditulis, sesuai dengan semua apa yang Mordekai perintahkan kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil raja, dan para gubernur, dan pangeran provinsi dari Hodu [India] sampai ke Kush [Etiopia], seratus duapuluh tujuh provinsi, ke setiap provinsi dengan  tulisannya sendiri, kepada setiap orang dengan bahasa mereka sendiri, dan kepada orang Yahudi menurut tulisan mereka, dan menurut bahasa mereka sendiri.

Namun, fakta bahwa orang-orang Yahudi mencatat nama-nama ini dalam Kitab Suci tidak berarti bahwa inilah yang YHWH inginkan agar kita lakukan. Penerapan yang benar dari menyebut hari-hari dan bulan-bulan dengan jumlah nomor urutan dibuktikan dalam Yehezkiel 1: 1.

Yehezqel (Yehezkiel) 1: 1
1 Dan itu terjadi pada tahun ke tigapuluh, pada bulan keempat, pada bulan ke lima, sebagai mana aku berada di antara para tawanan ditepi Sungai Kebar, shamayim itu [langit] terbuka dan aku melihat penglihatan [bayangan] Elohim.

Alasan ini adalah kebiasaan [penerapan] yang benar bahwa ini adalah bagaimana YHWH menghitung bulan: dengan angka, bukan nama.

Shemoth (Keluaran) 12: 1-2
1 Dan יהוה berbicara kepada Mosheh dan kepada Aharon di tanah Mitsrayim (Mesir), berkata,
2 “Bulan ini adalah permulaan dari bulan-bulan bagi kamu, itu adalah awal bulan (bulan pertama) dari tahun bagi kamu.
(2) הַחֹדֶשׁ הַזֶּה לָכֶם רֹאשׁ חֳדָשִׁים | רִאשׁוֹן הוּא לָכֶם לְחָדְשֵׁי הַשָּׁנָה

Saudara-saudara Yahudi kita, bagaimanapun, sangat menyukai tradisi buatan manusia mereka, dan ini adalah peraturan dalam Yudaisme bahwa sekali tradisi buatan manusia telah ditetapkan untuk jangka waktu tertentu, itu menjadi hukum. Akibatnya, orang-orang Yahudi mengatakan bahwa selama tradisi buatan manusia populer, tidak masalah apakah sesuai dengan kata-kata YHWH atau tidak. Namun, ini mirip dengan mengatakan bahwa karena Gereja telah melaksanakan Natal dan Easter selama ribuan tahun, mereka memiliki hak untuk menggantikannya sebagai pengganti perayaan YHWH: namun kita tahu ini tidak benar. Jika kita menolak yang sudah ditentukan Gereja atas hak untuk mengubah Firman YHWH agar sesuai dengan selera sendiri, maka kita juga harus menolak yang ditentukan saudara Yahudi kita yang mengubah Firman YHWH.

Namun, setelah orang Romawi menghancurkan Bait Suci pada tahun 70 M dan kemudian mengusir orang-orang Yahudi keluar dari Yudea, para rabi tidak lagi dapat mengamati pematangan jelai gandum di Tanah Israel. Oleh karena itu, mereka harus mengembangkan cara lain untuk menentukan kapan guncangan sempurna pertama dari jelai gandum yang akan menjadi Aviv di Tanah Israel. Mereka melakukan ini dengan mengembangkan Kalender ‘Hillel II’ Yahudi.

Pada abad keempat, setelah beberapa ratus tahun dari perubahan abad pertengahan, seorang pria bernama Hillel II akhirnya mengembangkan sebuah algoritma [suatu proses atau perangkat aturan yang harus diikuti dalam perhitungan atau operasi pemecahan masalah, terutama oleh computer] matematika yang mendekati pematangan jelai gandum di Tanah Israel dengan cukup baik. Hal ini dilakukan dengan menghitung pergerakan matahari, bulan dan bumi yang berkaitan dengan Equinox Musim Semi. Meskipun kalender ini membantu mempertahankan gagasan Kalender berbasis Torah yang hidup selama dua ribu tahun dari Pengusiran Romawi, namun juga memiliki beberapa kekurangan serius, diantaranya pimpinan yang adalah kenyataan bahwa ia tidak menggunakan sarana yang digunakan YHWH untuk menetapkan waktu. Sementara memang algoritma-nya brilian, dan sementara tanggal kalender Rabinik ‘Hillel II’ sering kali mendekati tanggal Kalender Torah dengan sangat baik, mereka juga sering kali tidak berada di bawah waktu YHWH satu bulan atau lebih.

Kalender Hillel II memperkuat praktik yang dilakukan saudara-saudara Yahudi kita di Babel, untuk menyebut bulan demi bulan (bukan dengan nomor urut). Sebagai contoh, Kalender Hillel II menyebut bulan pertama tahun ini “Nisan.” Sekalipun, dalam bahasa Ibrani modern, bulan pertama tahun ini juga disebut “Bulan Aviv”, seolah-olah Aviv adalah nama yang berarti sederhana, “Musim semi” (yang diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani Modern). Namun, kita tahu bahwa istilah itu tidak diterjemahkan menjadi “musim semi”, tapi itu mengacu pada tahap pematangan jelai gandum.

Shemoth (Keluaran) 13: 4
4 “Hari ini kamu akan keluar, dalam bulan Abib [Aviv].
(4) הַיּוֹם אַתֶּם יֹצְאִים | בְּחֹדֶשׁ הָאָבִיב

Perhatikan bahwa Keluaran 13: 4 tidak mengatakan bahwa Keluaran terjadi di “Bulan yang disebut Aviv”. Sebaliknya, ini memberitahu kita bahwa bulan pertama tahun ini adalah bulan yang dimulai pada bulan dari Aviv (הָאָבִיב). Dengan kata lain, Kepala [Permulaan] Tahun akan diumumkan pada Hari Bulan Baru yang pertama setelah guncangan lengkap pertama jdari elai gandum Aviv yang terlihat di Tanah Israel.

Beberapa orang menunjukkan dengan tepat bahwa jelai Aviv yang disebutkan dalam Keluaran 9:31 tidak terlihat di Tanah Israel, namun di Tanah Mesir. Meskipun ini benar, tapi kita juga harus ingat bahwa anak-anak [umat] Israel adalah secara sederhana mencari Aviv itu dimana pun pada saat itu Kehadiran  YHWH berdiam. YHWH memilih Yerusalem sebagai tempat di mana DIA ingin menempatkan Nama-Nya (1 Raja-raja 14:21, dst.), Dan itu tidak pernah berubah. Selanjutnya, Kitab Suci mengatakan bahwa mata YHWH selalu berada di atas tanah-Nya.

Debarim (Ulangan) 11: 12
12 suatu tanah yang יהוה Elohim-mu mengawasi. Mata יהוה Elohim-mu selalu berada diatasnya, dari awal tahun sampai akhir tahun ini.

Ada alasan lain mengapa penting untuk berdasarkan Kepala [Awal] Tahun pada pematangan jelai gandum Aviv di Tanah Israel (dan tidak di tempat lain). Jelai gandum ditanam di banyak wilayah di dunia, dan masak pada semua waktu yang berbeda. Misalnya, di daerah semi-tropis (seperti di Arizona dan di Texas), jelai dianggap sebagai tanaman musim dingin. Namun, di daerah beriklim sedang (seperti Idaho, Montana dan Washington State), jelai gandum ditanam sebagai tanaman musim panas. Ditambah ke fakta ini bahwa tanaman di belahan bumi selatan biasanya matang setengah tahun dari tanaman di belahan bumi utara, dan kita dapat melihat bahwa jelai gandum itu matang pada semua waktu yang berbeda di seluruh dunia. Jika setiap orang Israel menetapkan Kepala [Awal] Tahun berdasarkan pada pemasakan jelai gandum di tempat tinggalnya sendiri, maka orang Israel di seluruh dunia akan merayakannya pada waktu yang berbeda. Ini bertentangan dengan keinginan YHWH, yaitu untuk bertemu dengan pengantin wanita, dan memberikan hadiah kepada mereka [pengantin wanita] pada hari-hari Perayaan-Nya, berdasarkan waktu Yerusalem.

Ma’aseh (Kisah Para Rasul) 2: 1-6
1 Dan ketika Hari Festival [Perayaan] Shabuoth [Pentakosta] telah tiba, mereka semua dengan satu pikiran dalam satu tempat.
2 Dan tiba-tiba datanglah satu suara dari shamayim, seperti suatu angin kencang yang dahsyat, dan itu memenuhi seluruh rumah dimana mereka sedang duduk.

Pada abad pertama, berkat-berkat dicurahkan kepada umat beriman yang telah datang ke Yerusalem untuk merayakan Perayaan Pentakosta [Shavuoth]. Namun, untuk menerima berkat tersebut, mereka harus berada di sana saat YHWH mengatakan bahwa Pentakosta akan diadakan. Seandainya mereka memegang kalender mereka sendiri, berdasarkan pada pematangan jelai gandum dan pengamatan bulan baru di daerah mereka sendiri, mereka mungkin tidak tahu kapan harus berada di sana di Yerusalem.

Akhirnya, walaupun pada umumnya dipastikan bahwa tahun Ibrani memiliki dua belas bulan, dan seringkali memiliki tahun ke tiga belas atau ‘lompatan’, kenyataannya adalah tidak ada bulan yang seharusnya dimiliki tahun Ibrani. Sementara biasanya ada dua belas bulan dalam setahun, dengan bulan kabisat setiap dua atau tiga tahun, bahasa Ibrani berlangsung dari bulan baru pertama setelah jelai Aviv terlihat satu tahun, sampai bulan baru pertama setelah jelai Aviv terlihat berikutnya. Itu bisa jadi panjang waktu, tergantung pada cuaca yang dibawa YHWH. Jika YHWH membawa musim dingin dengan sedikit hujan dan matahari, jelai bisa sangat terlambat dalam masa jatuh tempo, dan tahun bisa secara hipotetis berusia tiga belas atau empat belas bulan (atau hipotetisnya lebih lama). Kemudian tahun depan, jika musim dingin terasa hangat, dan basah, dan jelainya masak lebih awal, musim dingin bisa jadi hipotetis hanya sebelas bulan. Semuanya tergantung pada cuaca yang YHWH kirim.

Karena saat Tahun Baru itu diketahui hanya setelah bulan sabit silver pertama bulan baru itu terlihat setelah jelai gandum di Tanah Israel telah menjadi Aviv, hal ini tidaklah mudah untuk memproyeksikan [menonjolkan] tanggal yang tepat untuk tahun-tahun mendatang. Selanjutnya, sejak dimulainya tanggal setiap bulan berfluktuasi [turun-naik] satu hari ke depan atau ke belakang, tidak mungkin memproyeksikan tanggal yang pasti melewati bulan yang ada. Kalender Torah tidak sepopuler Kalender ‘Kristen’ Romawi, atau Kalender Rabbinical.

Sementara hal-hal ini pada mulanya tampak seperti suatu masalah, pada kenyataannya adalah suatu berkat yang tersembunyi bagi umat beriman. Impian barat adalah menjadwalkan dan mengatur hidup seseorang agar bisa berbuat sebanyak mungkin, meraih lebih banyak, dan karena itu entah bagaimana ‘menjadi’ lebih. Sementara produktivitas tinggi dan sering digambarkan secara positif di dalam Kitab Suci, idenya [gagasan] itu kurang untuk direncanakan dan menyusun waktu seseorang secara intelektual daripada mendengarkan apa yang YHWH inginkan agar kita lakukan, saat demi saat. Hanya ketika seseorang menunggu YHWH dari waktu ke waktu, kita bisa menyesuaikan dengan waktu-Nya.

Tehillim (Mazmur 130): 5-6
5 Aku melihat ke יהוה, keberadaan-ku telah terlihat,
Dan untuk Firman-Nya aku menunggu.
6 Keberadaan-ku, untuk  יהוה
Lebih banyak daripada yang mengamati untuk pagi hari,
mengamati untuk pagi hari.

YHWH tidak ingin mempelai wanita-Nya menjadwalkan hidup-nya dalam detail terkecil secara harfiah tahun-tahun kedepan. Sebaliknya, YHWH menginginkan mempelai wanita-Nya menunjukkan bahwa dia mengerti bahwa masa depan-nya bergantung sepenuhnya pada DIA.

Ya’aqob (Yakobus) 4: 13-17
13 Datanglah sekarang, kamu yang mengatakan, “Hari ini atau besok, marilah kita pergi ke kota seperti itu, menghabiskan satu tahun di sana, dan berdagang, dan mendapatkan keuntungan,”
14 padahal kamu tidak tahu hari esok. Untuk apa hidup mu? Karena itu seperti kabut yang muncul sebentar, dan kemudian lenyap –
15 sebaliknya kamu mengatakan, “Jika Guru Maha Agung itu menghendaki, kita akan hidup dan melakukan ini atau itu.”
16 Tetapi sekarang kamu membanggakan dalam kesombongan bicara-mu. Semua kebanggaan semacam itu adalah jahat.
17 Kepada dia, kemudian, yang mengetahui untuk berbuat baik dan tidak melakukannya itu, kepada dia itu adalah dosa.

Sementara kita semua harus membuat rencana, gagasan bahwa kita dapat merencanakan masa depan sampai ke detail terkecil beberapa tahun sebelumnya tidak ada semacam penghujatan. Siapa di antara kita yang bisa memperkirakan di mana dia akan berada hari ini, sepuluh tahun yang lalu?

Hidup kita tergantung kehendak YHWH. Sungguh yang terbaik dan hal yang paling efisien kita sebagai manusia dapat melakukan untuk membuat daftar rencana kita, tugas-tugas dan/atau tujuan kita, dan kemudian minta kepada  YHWH untuk mengatur [menyusun] itu untuk kita. Hal ini memungkinkan kita untuk tetap produktif, namun tetap fleksibel, sehingga kita dapat tetap fokus pada tugas, dan juga tetap mengikuti pimpinan-Nya dan petunjuk-Nya pada saat ini. Dan yang terpenting, adalah menghormati tugas-Nya [peranan-Nya] sebagai Guru Maha Agung di dalam kehidupan kita.

Apakah kita mau mematuhi firman-Nya, dan menantikan DIA lebih dari pada mereka yang melihat pada pagi hari? Apakah kita bersedia mengakui DIA sebagai Penguasa hidup kita? Jika demikian, maka belajar untuk tidak merencanakan hidup kita terlalu jauh terlebih dahulu ini sungguh hal yang sangat baik.

If these works have been a help to you and your walk with our Messiah, Yeshua, please consider donating. Give